Wednesday, 25 November 2009

Undangan Mantu

Kami undang dan kami tunggu kehadirannya rekan2 alumni SMP 1 Wonogiri tahun 1981, dalam acara Hajatan Tasyakuran Ngunduh Manten putra kami pertama, yang akan kami selenggarakan besok pada :

Hari : Selasa Kliwon
Tanggal : 8 Desember 2009
Jam : 19.00 WIB
Di : Gedung Badminton Krisak, Singodutan, Selogiri.

Tiada kesan tanpa kehadiran anda.

Salam hormat,
SETYO CIPTONO, S.Sos., M.Hum.
085725097945

Sunday, 22 November 2009

" Sekelumit do'a tuk tamu Allah "

Ya Robbi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
ini kota suci milik Mu
maka hindarkanlah daging, darah, rambut, bulu serta kulit para saudara, sahabat dan kerabat serta keluarga hamba yang memenuhi panggilan Mu,
jauhkanlah dari siksa Neraka,
jagalah dan amankanlah mereka dari siksa Mu pada hari Pengadilan dan Pembalasan Mu,
dan masukkan mereka kedalam golongan Aulia Mu dan jadikan ahli taat Pada Mu,
dan balaslah semua pengorbanan, kemuliaan, kehormatan serta kebaikkannya dengan HAJI dan HAJJAH yang MABBRUR....................
Amien,,,,,,,,,, Yaa Rabbal 'alamien,,,,,,,,,,,,,

Friday, 20 November 2009

RENCANA TUHAN MENGAGUMKAN

judul tersebut merupakan permenungan sebuah pengalaman saya. Bagaimana tidak ? Rencana pribadi saya tidak terlaksana dan rencana Dia sungguh mengagumkan. Begini peristiwanya : Hari Senin - sampai Jumat , dalam minggu ini, saya ada rapat di Jogjakarta dan hari Selasa juga bersamaan harus rapat di Semarang. Muncul rasa jengkel karena harus pulang balik Semarang Jogja, tetapi ternyata Tuhan punya rencana lain.
Sesampai di jogjaa senin sore saya sms mas Harjono King Kong dan Mas nasih, jawabnya sangat mengecewakan : mas nasih kontrol di Panti Rapih krn, kolesterolnya tinggi sedangkan mas King Kong malah menginap di Semarang. gagallah rencana saya untuk bertemu mereka. Saya kontak mas Beno untuk menemui mas King Kong dan gagal pula karena mas Bena baru tahlilan 7 hari istri tercinta,( gagal deh rencana itu). Senin malam saya kembali ke Smg untuk rapaat pagi harinya. Nah selasa setelah rapat di semarang saya kontak mas King Kong dan klop. Maka saya bawa beliau ke rumah mas Beno dan akhirnya kami bertemu di rumah mas Beno sampai sore ( sekitar pk. 17.00) . Meskipun belum puas, kami harus berangkat ke Jogja. Sampai di Muntilan kami mampir sebentar untuk ke toilet dan sempat mampir ke rumah mas Maryanto dan kami berbincang-bincang.( semua diluar rencana saya )
Jumat sore selesai rapat, saya sempat mamapir ke rumah mas King Kong bahkan sempat makan bareng sambil omong sana-sini. Saya merasa bahwa semua di luar rencana saya. Ini adalah rencana Tuhan. Terima kasih mas Beno, mas KingKong, mas Nasih dan Mas Maryanta.
Rencana Nya luara biasa maka mari kita senantiasa peka akan rencana- Nya dan mengikuti rencana Nya yang sungguh mengagumkan.

salam

Thursday, 19 November 2009

T I P' S

Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.

By : Mahatma Gandhi

Wednesday, 18 November 2009

Budaya Menanam

Politikus Anas Urbaningrum dalam Diskusi menyambut 100 th Kebangkitan Nasional di Jakarta tanggal 9 Pebruari 2008 mengingatkan perlunya menumbuhkan spirit menanam untuk memetik hasil. Anas menjelaskan, maksud budaya menanam adalah ikhtiar. Manusia perlu menjalani ikhtiar sebelum memetik hasil. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik.

Kita memang hidup dalam zaman serba cepat. Semua hal ingin serba instant. Seperti makan fast food, segala yang kita inginkan dengan seketika tersedia didepan kita. Persoalannya adalah kita ingin mendapatkan sesuatu tanpa bersedia untuk membayar harganya. Atau sesuai prinsip ekonomi pengorbanan sekecil-kecilnya namun ingin hasil yang sebesar-besarnya.

Hasilnya?. Bencana lingkungan hidup seperti banjir, tanah longsor, musim yang makin tidak pasti adalah contoh hasil dari sikap tidak mau menanam. Kalau ingin kayu tinggal lari kehutan. Bertahun-tahun hutan dirambah entah untuk diambil kayunya atau lahannya dikonversi menjadi tanaman semusim. Jutaan ha setiap tahun hutan berubah menjadi gundul, tanpa upaya serius untuk menanam. Akhirnya bisa diduga, bencana silih berganti setiap musim hujan menjelang.

Kalau diteruskan contoh budaya instant dan tidak bertanggung jawab ini sudah merambah seluruh sendi kehidupan. Arfan Pradiansyah (You Are A Leader:2005) mengingatkan kita : Persoalannya adalah kita ingin mendapatkan sesuatu tapi tak mau repot-repot membayar harganya. Kita ingin makan nangka tapi tak mau kena getahnya . Kita ingin pandai, tapi tak mau susah-susah belajar. Kita ingin banyak kawan tapi malas membina hubungan. Kita ingin dipromosikan tapi tak serius bekerja. Suaranya saja yang dikerasin kerjanya tidak. Kita ingin punya karyawan berkualitas, tetapi tidak pernah meluangkan waktu untuk mengembangkan mereka. Kita lupa bahwa di dunia ini perbuatan dan konsekwensi/hasilnya berada dalam satu paket. Kita dapat memilih perbuatan kita tetapi tak dapat memilih konsekwensi dan hasilnya karena sudah ditentukan oleh hukum alam. Peribahasa menyatakan “Siapa menanam akan mengetam”.

Tidak ada makan siang gratis kata pepatah Yahudi. Semua perbuatan ada harganya. Pemikiran dan perilaku yang reaktif dan serba instant yang saat ini telah menjadi gaya hidup sungguh merisaukan. Reformasi yang menuntut perubahan yang serba instant seolah menafikan apa saja yang sudah dibangun 30 tahun oleh orde sebelumnya. Tidak ada falsafah mempertahankan yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Semua yang lama adalah jelek, korup. Liberalisasi menjadi “roh” reformasi. Liberalisasi seolah-olah seperti puyer “bintang tujuh” yang diharapkan secara instant dapat mengobati segala penyakit. Hasilnya pusingnya sedikit berkurang tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh, Masalah seperti tak ada ujungnya. Semua merasa bisa, semua merasa benar, semua merasa hebat. Tidak ada pengendapan, tidak ada penyelesaian dan tidak ada keputusan. Seperti kampung tanpa lurah. Mudah-mudahan masih ada ruang untuk merenung “pengalaman adalah guru yang terbaik”.

Friday, 13 November 2009

Kekuatan Syukur

Dua ekor ikan sedang berdialog tentang sumber kehidupan di sebuah akuarium. Ikan yang satu bertanya pada temannya :”katanya air sumber kehidupan, dimanakah letak air itu?” Temannya menjawab: “ ya aku pernah mendengar itu, tetapi aku sendiri belum tahu dimana letak air itu”. Moral cerita tersebut mengingatkan betapa seringnya kita alpa menyadari tentang hal-hal penting didalam diri kita dan disekeliling kita yang seharusnya disyukuri.

Kita sering mencari “surga” ditempat yang jauh dan tidak pernah ketemu padahal sebenarnya “surga” itu ada didalam diri kita atau disekeliling kita. Mas Siswadi bilang rumput tetangga katanya kebih hijau daripada rumput dihalaman sendiri, padahal rumput sendiri jauh lebih hijau apabila kita menyayangi dan rajin "merawatnya". Kita sering merasa kurang ini kurang itu kemudian mengeluh, padahal kelebihan itu ada dalam diri/disekeliling kita. Seringkali kekurangan-kekurangan itu membuat seolah-olah tidak ada lagi hari esok tanpa mau melihat kelebihan-kelebihan yang membuat kita selalu memiliki harapan. Sikap kritis perlu tetapi tidak boleh menghilangkan esensi untuk menghargai, mempercayai dan mensyukuri apa yang telah kita miliki dan apa yang telah kita dapat.

Nasehat bijak agar tidak terjerumus oleh keluhan berkepanjangan adalah bersyukurlah mulai hari ini. Seorang trainer motivasi Ippho Santosa (Majalah Pengusaha: edisi 78 November 2007) memberi tip : mengapa seharusnya kita wajib bersyukur? Silakan simak cerita dibawah ini.

Jika anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap diatas kepala, dan tempat untuk tidur, maka anda lebih kaya dari 75 % penduduk dunia. Jika anda punya tabungan di Bank dan uang receh di dompet, maka anda lebih kaya daripada 92 % penduduk dunia.

Jika anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia. Jika anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut penyerangan, penangkapan atau kematian, maka anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang didunia.

Cerita keberuntungan tersebut masih dapat dapat ditambahkan untuk menambah syukur kita. Jika anda saat ini masih punya pekerjaan, maka anda lebih beruntung dari 40 juta angkatan kerja Indonesia yang tidak punya pekerjaan. Jika anda seorang pegawai masih digaji tepat waktu, maka anda jauh lebih beruntung dari ribuan rekan anda yang bekerja di pabrik yang harus demo berhari-hari hanya untuk UMR yang selalu telat dibayar.

Adakah kaitannya syukur dengan bahagia ? erat sekali. Syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kebahagiaan. Cobalah ingat ketika hari-hari anda dipenuhi dengan penyesalan dan protes. Yang terjadi hati anda begitu dekat dengan keputusaasaan. Siang terasa gelap, mimpi terasa menakutkan. Bagaimana kita bahagia apabila hati kita dipenuhi ketidakpuasan dan keputusasaan. Orang yang tidak mengerti cara bersyukur dia tidak mengerti cara untuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Seperti cerita ikan diatas, sampai tidak mengerti dimana letak air yang menghidupinya setiap hari. Oleh karena itu Allah mengingatkan “barangsiapa pandai bersyukur niscaya akan Kutambahkan nikmatKu dan barangsiapa kufur sungguh siksa Allah amatlah pedih”.

Thursday, 12 November 2009

Terima Kasih

TERIMA kasih tak terhingga saya sampaikan kepada teman-temin alumni 1981 SMP Negeri 1 Wonogiri yang telah memberi perhatian, mendoakan, serta menghibur sebelum, saat, dan setelah istri saya (Cynthia Caryola) dipanggil Allah SWT, Selasa 10 November 2009, sekitar pukul 09.00 di RS Dr Kariadi Semarang.
Mohon maaf tidak semua sempat saya kabari, termasuk mungkin ada kesan menutup-nutupi ketika almarhumah istri saya menjalani perawatan panjang keluar-masuk rumah sakit. Sebab, prinsip saya (mungkin salah) adalah kabar gembiralah yang pantas dibagikan kepada para sahabat, sedangkan kabar tak menggembirakan biarlah untuk saya sendiri.
Sekali lagi, saya dan anak-anak mengucapkan banyak terima kasih atas simpati dan dukungan teman-temin sekalian. Semoga apa yang kalian berikan kepada kami, menjadi catatan tersendiri di hadapan Allah SWT, amin !! (Bambang Tri Subeno, Rizky Aditya Suryawinarno, Rifky Anandya Suryawinarno)

Tuesday, 10 November 2009

PERJUANGAN TELAH BERAKHIR


Setelah bergulat cukup lama, akhirnya istri mas Beno dibebaskan dari penderitaan. Tuhan yang empunya kehidupan memanggil istri mas Beno tadi pagi sekitar pk. 09.00 wib. Mas Beno kelihatan tabah dan tetap tegar. Sore ini setelah disolatkan sekitar pk. 15.00 wib jenasah dibawa ke Solo ( rumah orang tua istri mas Beno ) kemudian menjelang magrib langsung dimakamkam. ( akhirnya jenasah dimakamkan sekitar pk. 18.45 wib )
Istri mas Beno memilih hari pahlawan sebagai mahkota menuju surga, dia pahlawan bagi keluarga.
Mas Beno kami semua berdoa untuk keluarga mas Beno dan Tuhan telah memberikan yang terbaik. Saya yakin istri mas Beno sudah berbahagia selamanya dalam surga.

salam

BERITA DUKA

Sekitar jam 10.26 hpku berdering, setelah kuangkat ternyata mas Patrem to say hello dan menyampaikan bahwa acara hari ini ke Semarang untuk bezuk istri mas Beno bersama rekan - rekan yang lain batal karena baru saja mas Patrem menerima berita duka istrinya mas Beno telah dipanggil yang Maha Kuasa, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'un....

Tiga menit kemudian mas Beno kirim sms menyampaikan telah "kepundutnya" istri tercinta mas Beno....

Kami keluarga besar alumni SMP Negeri 1 Wonogiri angkatan 81 beserta keluarga menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam - dalamnya semoga seluruh amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa - dosanya

Selanjutnya semoga Mas Beno beserta putra2nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman, kesabaran dan ketabahan, Amiin.

Turut berduka cita,

Seluruh alumni SMP 1 Wngri angkatan 81 beserta keluarga

Saturday, 7 November 2009

TEGAR DAN SABAR



Ketika hari ini saya menghubungi mas Beno untuk say hello, saya mendapat jawaban yang sangat mengejutkan. Mas Beno memberitahu kepada saya bahwa istrinya sudah 1 bulan masuk rumah sakit Karyadi semarang. Berarti sejak setelah reuni, mas Beno sibuk urus istrinya di rumah sakit. Saya tidak menyangka bahwa dalam situasi seperti itu, mas Beno masih tetap tegar dan sabar. Di blog pun beliau tetap ceria dan guyon.
Tadi sekitar pk. 19.00 saya menjenguk istri mas Beno di RS Karyadi Semarang dan kondisinya amat drop. Tetapi mas beno tetap tegar, tetap senyum dan kelihatan biasa. Kami sempat bicara ngalor ngidul dan terungkap agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk istri mas Beno. Sudah kurang lebih 1 tahun mas Beno merawat istrinya keluar masuk Rumah Sakit dan kini hanya bisa menyerahkan semuanya pada Tuhan.
Mohon doa agar diberikan yang terbaik untuk istri mas Beno.

salam