Friday, 24 October 2008

Camellia II 1979


Berita Kepada Kawan
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya "Mengapa?"
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.


Camellia II
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Gugusan hari-hari indah
Bersamamu Camellia
Bangkitkan kembali rinduku mengajakku ke sana
Ingin ku berlari mengejar seribu bayangmu Camellia
Tak perduli kan ku terjang
Biarpun harus kutembus padang ilalang

Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin ku maki mereka berkata
"Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan ia datang di hatimu
Di hatimu".


Cita-Cita Kecil Si Anak Desa
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Aku pernah punya cita-cita
Hidup jadi petani kecil
Tinggal di rumah desa
Dengan sawah di sekelilingku
Luas kebunku sehalaman
Kan ku tanami buah dan sayuran
Dan di kandang belakang rumah
Ku pelihara bermacam-macam peliharaan
Aku pasti akan hidup tenang
Jauh dari bising kota
Yang kering dan kejam

Aku akan turun berkebun
Mengerjakan sawah ladangku sendiri
Dan menuai padi yang kuning bernas
Dengan istri dan anakku
Memang cita-citaku sederhana
Sebab aku terlahir dari desa

Istriku harus cantik, lincah dan gesit
Tapi ia juga harus cerdik dan pintar
Siapa tahu nanti aku kan terpilih jadi kepala desa
Kan ku bangkitkan semangat rakyatku
Dan ku bangun desaku
Desaku pun pasti mengharap aku pulang
Akupun rindu membasahi bumi dengan keringatku

Tapi semua itu hanyalah tergantung padaNya jua
Tapi aku merasa bangga
Setidak-tidaknya ku punya cita-cita.


Nyanyian Ombak
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Kau campakkan
Dan kau terlantarkan
Kembang yang kupersembahkan kepadamu
Sepenuh hati

Kau diamkan
Bahkan kau tinggalkan
Aku yang tertegun di dalam rindu
Di dalam sepi
Benarkah telah kering
Kasih sayang di jantungmu
Layaknya musim ini
Berkaca pada sikapmu

Ranting-ranting patah gemertak
Belalang pun terbang mencari hijau
Sisi ladangku tak lagi subur
Untuk tumbuhkan cinta kasihmu

Kau dengarkan
Dan coba renungkan
gelombang di laut
Nyanyian rindu
Menikam kalbu.


Cinta Di Kereta Biru Malam
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Semakin dekat aku memandangmu
Semakin tegas rindu di keningmu
Gelora cinta membara di pipimu
Gemercik hujan di luar jendela
Engkau terpejam bibirmu merekah
Mengisyaratkan hasrat di tanganmu
Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku
Penahan dingin di kereta biru malam
Kau nyalakan gairah nafsuku
Kau hela cinta di dadaku

Kau ciptakan musik irama tra la la la la la la
Kau ciptakan gerak irama tra la la la la la la
Kau ciptakan panas irama tra la la la la la la
Kau ciptakan musik irama tra la la la la la la
Kau ciptakan diam irama tra la la la la la la

Butir keringat basah bersatu

Deru nafas birahi pun bersatu
Kereta makin pelan dan berhenti
Ku hulurkan lembut tanganku
Ku benahi kusut gaunmu
Engkau tersenyum pahit dan menangis
Selimut biru yang kau hulurkan kepadaku
Kini basah bersimbah peluh kita berdua
Ku hempaskan lelah tubuhku
Ku buang cinta di dadaku

Ku ciptakan janji irama tra la la la la la la
Ku ciptakan ingkar irama tra la la la la la la
Ku ciptakan dosa irama tra la la la la la la
Ku ciptakan diam irama tra la la la la la la.


Mimpi Di Parang Tritis
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Engkau terlena
Dalam pelukan dingin malam
Matamu terpejam
Kembang masih erat kau genggam
Butir pasir berterbangan
Sinar bulan berkilauan
Kau tersenyum dalam diam
Kau tertidur makin lelap
Seperti bintang wajahmu gemerlap
Ku dekap erat sukmamu
Ku selimuti tubuhmu

Aku terjaga
Pekik ombak laut selatan
Matahari pagi
Di atas puncak bukit karang
Sebatang pohon kering
Membelah matahariku
Ku bertanya kepadamu
"Mimpi indahkah kau semalam?"
Kiranya kini kau telah hilang musnah
Seperti namamu yang ku tuliskan di pasir
Di telan ombak
Pantai laut selatan.


Hidup III
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Sekarang aku tengah tengadah ke langit
Berjalan di atas bintang-bintang
Bersembunyi dari bayang-bayangku sendiri
Yang sengaja ku tinggal di atas bukit
Barangkali tanganMu takkan lagi mengejarku
Untuk merenggut segenap hidupku
Aku yang sembunyi di bawah kulitku sendiri
Kapan lagi akan mampu berdiri
Lihatlah kedua belah tanganku
Yang kini nampak mulai gemetaran
Sebab ada yang tak seimbang
Antara hasrat dan beban
Atau kerna jiwaku yang kini mulai rapuh
Gampang diguncangkan angin
Lihatlah bilik di jantungku
Denyutnya tak rapi lagi
Seperti akan segera terhenti
Kemudian sepi dan mati.


Kontradiksi Di Dalam
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Aku sering merasa kesal serta bosan
Menunggu matahari bangkit dari tidur
Malam terasa panjang dan tak berarti
Sementara mimpi membawa pikiran makin kusut
Maka wajar saja bila aku
Berteriak di tengah malam
Itu hanya sekedar untuk mengurangi
Beban yang memberat di kedua pundakku
Aku ingin segera bertemu
Dengan wajahmu pagi
Untuk ku canda dan ku cumbu
Di situ ku dapat cintaku
Aku sering merasa muak serta sedih
Bila setiap kali harus aku saksikan
Wajah-wajah dusta masih tega tertawa
Sementara korban merintih di kedua kakinya.


Frustrasi
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Semalaman aku terbaring di sini
Di balik dinding bambu yang tua aku sendiri
Buku jariku meregang aku ingin berdiri
Tapi bulu kudukku
Menari lembut dihembus angin
Aku bernyanyi untuk menahan letih
Bukan jatuh cinta padamu gadis manis
Telah ku pejamkan semua mata
Bagi cinta kasih yang gemerlapan
Biar ku benahi hasrat di hati
Ke mana pun langkah kan ku bawa lari
Tubuh dan sukmaku yang dalam sakit
Dibakar semangat bumi
Yang semakin tak bisa ku mengerti
Sekarang pun aku masih ragu-ragu
Mesti ke manakah mataku memandang jauh.


Sajak Pendek Bagi I. R.
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1979 Jackson Records.

Ku simpan asa di rerumputan
Tempat kita pernah berjalin tangan
Nafasku dan nafasmu saling bertautan
Meniti kasih di selembar benang
Kubunuh rindu di sudut ruang
Tempat kita pernah mesra berbincang
Yang kini tumbuh menjadi dendam
Kau bakar cinta
Kau tikam luka
Haruskah aku kalah lagi
Setelah kalah dan kalah
Mestikah aku jatuh lagi
Setelah jatuh dan jatuh
Atau harus aku gali kubur kita berdua
Dan ku tancapkan tonggak kayu
Atas kemenanganku
Keputusannya ada pada sikapmu
Dan suasana di batinku
Tuhan, maafkan aku.

No comments: