Friday, 24 October 2008

Camellia IV 1980


Nyanyian Rindu
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Coba engkau katakan padaku
Apa yang seharusnya aku lakukan
Bila larut tiba
Wajahmu terbayang
Kerinduan ini semakin dalam

Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk lembut angin di Bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil
Menjajakan cincin
Tak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja
Kau ada di sampingku
Sama-sama harungi danau biru
Bila malam
Mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah

Coba engkau dengar lagu ini
Aku yang tertidur
Dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar
Jadi penuh gambar
Wajahmu yang bening, sejuk, segar
Kapan lagi kita akan bertemu
Meski hanya sekilas kau tersenyum
Kapan lagi kita nyanyi bersama
Tatapanmu membasuh luka.


Camellia IV (Requiem)
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Senja hitam
Di tengah ladang
Di hujung pematang engkau berdiri
Putih di antara ribuan kembang
Langit di atas rambutmu
Merah tembaga
Engkau memandangku
Bergetar bibirmu memanggilku
Basah di pipimu air mata
Kerinduan
Kedamaian

Batu hitam
Di atas tanah merah
Di sini akan aku tumpahkan rindu
Ku genggam lalu ku taburkan kembang
Berlutut dan berdoa
Sorgalah di tanganmu
Tuhanlah di sisimu
Kematian hanyalah tidur panjang
Maka mimpi indahlah engkau
Camellia

Pagi

Engkau berangkat
Hati mulai membatu
Malam
Ku petik gitar dan terdengar
Senandung ombak di lautan
Menambah rindu dan gelisah
Adakah angin gunung
Adakah angin padang
Mendengar keluhanku
Mendengar jeritanku
Dan membebaskan nasibku
Dari belenggu
Sepi.


Titip Rindu Buat Ayah
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Di matamu masih tersimpan
Selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan
Terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam
Dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu
Gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar
Legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk
Namun semagat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah

Dalam hening sepi ku rindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi
Kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang
Banyak menanggung beban.


Nyanyian Pendek Buat Anak Gadis Berambut Panjang
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Mestinya aku gembira
Banyak gadis yang memandangku
Ada yang cantik
Dan ada yang manis
Ada yang lincah
Ada pula yang diam
Semua menjanjikan kasih sayang
Mestinya aku tertawa
Bila mereka bercanda
Menghibur diri
Demi membunuh sepi
Bayang-bayang hitam
Lekat saja memburu
Kapankah terbuka selimut rindu
Anak manis berambut panjang
Selintas kau datang
Tinggalkan merah goresan cinta
Tak gampang ku lupa
Anak manis tengok jantungku
Yang menyimpan rindu
Anak manis sambut tanganku
Usirlah mimpiku
Sanggupkah ku tunggu
Kerling mata bermakna
Dengar denting harpa
Menikam pagi buta
Salahkah bila aku jatuh cinta
Mestinya engkau aku bertanya
Gadis mana yang menawanku
Matanya bening
Polos sikap dan jujur
Tak berlebihan
Menangkap kasih sayang
Inikah pertanda
Kabut terbuka.


KepadaMu Aku Pasrah
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade.© 1980 Jackson Records.

KepadaMu aku pasrahkan
Seluruh jiwa dan ragaku
Hidup dan mati ada di tanganMu
Bahagia, sedih ada di jariMu
Cukup lama aku mencari
Menembus pekat dan menerjang kelam
Menyusuri langkah yang makin jauh
Adalah firmanMu pemandu jalanku
Batu gunung tetap tegap tegar
Meski angin geram menerpa
Batu karang tak hendak terhempas
Meski ombak menerjang terjang
Rindu keteguhan imanku
Hamparan langit biru
Kering airmata hapuslah duka
Adalah firmanMu pemandu jalanku
KepadaMu aku memohon
Nyalakan semangat bangkitkan nyali
Robohkan tantangan ombak lautan
Rahasia hidup mesti terpecahkan.


Jakarta II
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Ada yang difikirkan
Sebelum tertidur
Anaknya yang mungil
Dan bermata jernih
Ada yang di sesali
Kenapa berangkat
Tinggalkan kampung halaman
Yang ramah tamah
Dikenang kembali
Wajah bulat telur istrinya
Dengan lengan yang legam
Dan rambut kemerahan
Terbakar matahari
Seperti didengar lagi
Gerit daun pintu bambu
Lenguh sapi perahan
Dan anak-anak angsa
Bermain di halaman
Apa yang dibayangkan
Tentang Jakarta
Ternyata sangatlah jauh berbeda
Apa yang diimpikan
Terpaksa ditanggalkan
Semangatnya yang membara
Perlahan padam
Kini ia tidur terlentang
Di pinggiran jalan
Berselimut sarung tua
Bekal dari kerabatnya
Yang masih tersisa
Ingin ditulis sepucuk surat
Buat istrinya
Bahwa di Jakarta ini
Bukanlah tempat yang ramah
Dan ia ingin kembali
Tapi sebagai lelaki
Ia pantang menyerah
Meski badai melanda
Ia terus melangkah
Ada sepotong doa
Tersimpan di saku
Kenangan merah jingga
Memaksanya bertahan.


Dua Menit Ini Misteri
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Dalam keranda hitam
Tubuhmu terbujur
Ada misteri yang tak pernah terungkap
Alis matamu tebal menyimpan rahasia
Adakah waktu akan mampu mengurai
Kematian ini memisahkan kita
Selamat jalan.


Doa Sepasang Petani Muda
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Mari kita tunggu datangnya hujan
Duduk bersanding di pelataran
Sambil menjaga mendung di langit
Agar tak ingkar
Agar tak pergi lagi
Kasih kemarilah duduk merapat
Sama-sama tengadahkan wajah
Agar lebih tegar kita memohon
Turunnya hujan
Basahi bumi ini
Kau dengar ada jeritan
Ilalang yang terbakar dan musnah
Usah menangis
Simpan di langit
Jadikan mendung
Segera luruh jatuh/turun ke bumi
Basahi ladang kita yang butuh minum
Basahi sawah kita yang kekeringan
Basahi jiwa kita yang putus asa
Kemarau ini begitu mencekam.

Seberkas Cinta Yang Sirna
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Masih sanggup untukku tahankan
Meski telah kau lumatkan hati ini
Kau sayat luka baru di atas duka lama
Coba bayangkan betapa sakitnya
Hanya Tuhanlah yang tahu pasti
Apa gerangan yang bakal terjadi lagi
Begitu buruk telah kau perlakukan aku
Ibu menangislah demi anakmu
Sementara aku tengah bangganya
Mampu tetap setia meski banyak cobaan
Begitu tulusnya ku buka tanganku
Langit mendung, gelap malam untukku
Ternyata mengagungkan cinta
Harus ditebus dengan duka lara
Tetapi akan tetap ku hayati
Hikmah sakit hati ini
Telah sempurnakah kekejamanmu
Petir menyambar hujan pun turun
Di tengah jalan sempat aku merenung
Masih adakah cinta yang disebutkan cinta
Bila kasih sayang kehilangan makna.


Senandung Jatuh Cinta
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade. © 1980 Jackson Records.

Rambutmu yang hitam panjang
Jatuh di bahu
Kadang luruh di ujung dagu
Bila engkau tertunduk
Jemari tanganmu lentik
Lembut memainkan gitar
Nampaknya rembulan pun terkesima
Lewat satu lagu
Tak usai kau nyanyikan
Perlahan kau tengadahkan wajah
Sibakkan rambutmu
Matamu tajam berbinar
Tembusi kegelapan malam
Burung gagak pun jadi enggan terbang
Sedetik ku tertegun dalam kesendirian
Gelap kelam membentang di depan mata
Burung-burung pipit terbanglah menjauh
Khabarkan pada awan cerita ini:
"Aku lagi jatuh cinta
Pada gadis kecil yang memainkan gitar"
Ombak di laut
Perdu di belantara
Kadang mampu menyatu
Dalam satu lagu
Begitu pun yang ku harap
Dapat mempersempit jarak
Sikapku dan sifat kekanakanmu.

No comments: