Wednesday, 5 November 2008

Aku Ingin Presiden seperti Obama

Aku ingin presiden mendatang seperti presiden baru Amerika Serikat. Muda, energik, punya visi dan daya hidup, serta membawa angin baru.
Bukan presiden tua, stok lama, cuma berorientasi pada kekuasaan dan politis, serta banyak wacana dan ngomong doang.
Sayang, calon-calon muda yang muncul kayaknya meragukan, belum punya pengalaman sebagaimana Obama yang matang sebagai senator.
Yang muda-muda itu cuma pintar ngomong atau bermodal duit.
Jadi, kapan kita punya "Obama'' ?

5 comments:

Nasih said...

Ada langkah yang dapat dilakukan, misalnya dengan latar keluarga alumni SMP 1 Wonogiri yang kemudian membentuk Foundation, kumpulkan dana berkala, lantas bikin kegiatan ekskul anak SMP 1 : "calon pemimpin".
Agar mereka memiliki ciri "muda, energik, punya visi dan daya hidup, serta membawa angin baru." Itu kegiatan berupa diskusi & dialog.
Jadi kenapa harus menunggu?

Beno said...

Kayaknya memang begitu. Kita tak bisa terus menunggu kehadiran ''Ratu Adil'' atau malah ''Godot''.
Sebab, yang berdatangan ternyata Togog dan Mbilung, juga Limbuk dan Cangik, malah ada cakil dan Buto Terong.
Pemimpin masa depan perlu dirancang dan dibangun secara sengaja.

mujtahid said...

Betul, "suasana dan ruang" untuk tampilnya calon pemimpin itu memang perlu diciptakan. Kita sebagai wong wonogiri itu kadang2 mindernya kebangeten jadi untuk berangan2 jadi pemimpin kaliber nasional saja rasanya ga mungkin, padahal kalau liat kualitas pemimpin2 jaman sekarang, anggota DPR dll ... bikin gemes aja. Saya yakin 100%, paling engga 10 orang setiap angkatan SMP 1 punya kualitas untuk jadi pemimpin kaliber nasional bila diberi kesempatan dan ruang untuk mengoptimalkan diri. Aku sempat baca di blog kalau Kajur Akuntansi UI itu lulusan SMP 1 tahun 86 lo ... po ra hebat ... bisa bersaing di Jakarta

Nasih said...

Memang begitu fenomenanya ... orang desa yang moncer pergi ke kota menjadi orang kota yang hebat ...
Coba lihat orang Jakarta misalnya, sebagian besar asal-muasalnya dari daerah.
Tapi sebentar lagi tidak perlu dikotomi desa-kota, dimana-pun dan darimana-pun orang boleh dan dapat maju.
Tidak perlu kaget, SMP-1 "kita"pun sekarang berbenah menuju SBI. Go international ...
Mungkin dengan nge-blogs semacam ini kita dapat lebih banyak berbagi ....

Beno said...

Ya, sueneng buanget kalau ada WNA (wong nogiri asli) jadi ''orang'' di mana saja berada.
Contohnya ya Mas Tahid, Nasih, Mas Bambang Sup, dan lain-lain.
Ayo maju dan berkembang di jalan masing-masing.