Thursday, 6 November 2008

Bis Sekolah

Bis sekolah yang ku tunggu
Ku tunggu tiada yang datang
Ku telah lelah berdiri
Berdiri menanti nanti
Bila ku pergi bersama kekasihku
Ku kan merasa gembira riang slalu
Bila menunggu sendiri
Sendiri hatiku sunyi
Dan hatiku kan bernyanyi
Bernyanyi lagu yang sepi

Bila menunggu sendiri
Sendiri hatiku sunyi
Dan hatiku kan bernyanyi
Bernyanyi lagu sepi
Bila ku pergi bersama kekasihku
Ku kan merasa gembira riang slalu

Bila menunggu sendiri
Sendiri hatiku sunyi
Dan hatiku kan bernyanyi
Bernyanyi lagu sepi

Bis sekolah yang ku tungu
Ku tunggu tiada yang datang
Ku telah lelah berdiri
Berdiri menanti nanti

by: Koes Plus

---
seingat ku lagu-lagu seperti ini sering diputar pada jam istirahat sekolah di tahun 80-an

4 comments:

Beno said...

Nggak cocok. Waktu itu belum ada bus. Malah kebanyakan jalan kaki sebagaimana yang dituliskan Mas Tahid itu.

mujtahid said...

Iyo Ben, cocoke nggo cah jakarte ora nggo cah ndesa kaya awake dewe. Tapi bener lo aku yen krungu lagu kuwi terus eling pas istirahat, berhubung sangune mepet ra kuat jajan bakso (mung kala-kala) kuate jajan mung satelit (nangka digoreng tepung) na kantin apa godril na tampah ngarepan cedak bakul es

Beno said...

Oalah Mas Tahid, sampeyan membikin aku mbrebes mili secara psikis berlama-lama.
Ingat benar aku pada ''kemiskinan struktural'' (melarat mepet lemah .....) itu.
Menyedihkan sekaligus menjadi pemacu agar tak terulang pada anak-anak kita.
Sekarang jadi sebuah dendam yang agung. Anak mau Pizza Hut, McD, KFC, CFC, atau apalah, tak turuti sampai kenyang meski tidak terlalu sering.

Nasih said...

gerakan suka makan non nasi patut diacungi jempol, biarkan selera mereka tumbuh menjadi anak-anak dunia ... tugas kita lah menyediakan bahan lokal rasa global.