Wednesday, 19 November 2008

Cangkul dan Istri

Hari yang panas. Seorang petani berinisial NWY memanggul cangkul yang terbuat dari besi ditepian jurang. Karena kurang hati-hati cangkulnya jatuh ke dasar jurang. NWY begitu terpukul karena cangkul itulah senjata utamanya untuk mencari nafkah. Pada saat itu sesosok malaikat yang sedang nganglang ndonya melihat seorang umat yang sedang berduka, menghampiri (tentu saja memba2 menyerupai temannya BTS yang baik hati itu), bertanya :

BTS : “Apa yang terjadi ?”
NWY : “Cangkul saya jatuh ke dasar jurang”
BTS : “Apakah cangkul ini milikmu ?” (sambil mengeluarkan cangkul yang terbuat dari emas)
NWY : “Bukan itu cangkulku”
BTS : “Berarti cangkul ini milikmu ?” (sambil mengeluarkan cangkul yang terbuat dari perak)
NWY :” Bukan itu punyaku. Cangkulku hanya terbuat dari besi biasa”
Malaikat begitu bangga dengan kejujuran umatnya yang satu ini, maka kemudian berkata :
“ Ketahuilah NWY, saya adalah seorang malaikat, bukan temanmu BTS yang suka slengekan (plus rada kurang ajar hehehe ...) itu. Sebagai hadiah kejujuranmu maka ketiga cangkul yang terbuat dari emas, perak dan besi itu kuhadiahkan untukmu”

NWY gembira sekali, dengan ketiga cangkul yang mahal itu, sudah terbayang ada modal untuk nyaleg jadi anggota DPR.

Setelah ekonominya sedikit meningkat berkat hadiah cangkul dari malaikat itu, suatu hari NWY berjalan-jalan kembali ketepi jurang bersama istrinya. Tak dinyana pas colek-colekan dan jiwit-jiwitan di tepi jurang, istrinya (maaf, kebetulan berwajah biasa2 saja … he he) yang hanya satu2nya itu terpeleset masuk jurang. NWY meratapi nasib istrinya yang malang, sekaligus maratapi nasibnya yang ditinggal istrinya … la rak ciloko … masak2 sendiri, cuci baju sendiri … Malaikat yang lewat dan masih teringat dengan kejujurannya menghampirinya, kali ini memba2 sebagai teman satunya lagi yang dari Bali, BS.

BS :”Ngapa kok nangis gerung2 ?”
NWY : “Ciloko bojoku tiba nyang jurang”
BS :”Apa iki bojomu ?” (sambil menampilkan wong wedok huayuu kemampuh putih blalak2 kinyis2 kaya ….. Jeng Hartatik)
NWY :”Oh, iya. Iku bojoku”
Malaikat yang memba2 sebagai BS jengkel, ternyata hamba yang satu ini tidak sejujur yang dibayangkan. Oleh sebab itu dia merubah dirinya kembali menjadi malaikat dan berkata :

“Kali ini kau telah berlaku tidak jujur. Aku tahu ini bukan istrimu, istrimu masih ada di jurang sana. Hayo apa jawabmu sekarang!”
NWY :”Maaf tuan malaikat. Bukan maksud saya berbohong. Saya cuma khawatir kalau menolak istri yang tuan tawarkan dan berkata jujur, nanti saya tuan beri 3 istri sebagai hadiah, seperti peristiwa hilangnya cangkul saya dulu. Saya tidak sanggup berlaku adil tuan. Betul tuan, 1 istri saja saya sudah cukup”
Malaikat :”Dasar pokil lan baya. Coba kalau yang saya tawarkan Tessy”.
NWY: Lho, Tessy saya juga mau kok, Mbah Malaikat ......
Malaikat: Dasarrrrr !!!

Diceritakan kembali dari harian Republika

6 comments:

Nasih said...

Hid, jurang apa yen dhewe kejebur ing kono malah kepenaken lan jaluk maneh hayoo ...

Eko Hary Sukyanto said...

Walah.... kapan aku bisa dikenalke karo BTS Mas, ketoke kok nyenengke ngono... Ketoke nek BS aku iso hubungi dhewe wong wis duwe nmr hpne, sing BTS kuwi aku durung due... BTS kuwi opo malaikat soko semarang opo soko ngendi to...

mujtahid said...

Kae Sih mas Anto njaluk no hp ne BTS (Bocah Tuwa Slengekan ... huahaaha), sing berhak ngedum no hp ne alumni kan dirimu (admin)

Beno said...

Pilih BTS Telkomsel, XL, apa Indosat ?

Beno said...

Mas Anto, BTS kuwi malaikat saka Nogiri, kidul LP, emben tanggane Mas Sosa.

Beno said...

Mas Anto, BTS kuwi malaikat saka Nogiri, kidul LP, emben tanggane Mas Sosa.