Sunday, 16 November 2008

Cinta sambung

Ada beberapa teman yang ber-"cinta monyet" saat SMP. Jejak rekamnya masih ada sampai sekarang. Fenomena yang wajar dan normal. Itu terjadi dengan sesama angkatan atau dengan angkatan yang lain. Khusus cinta monyet sesama angkatan kita, saya pengin berbagi ide. Ide ini tidak harus dilaksanakan, tapi boleh dan alangkah baiknya.

"Cinta itu menyatukan potensi yang sudah dimiliki, untuk mendapatkan atau menghasilkan sesuatu yang baru yang lebih bermutu."

Kita siapkan sebuah lahan. Kita tanam mangga (ambil contoh: Talijiwo) dari biji agar memiliki akar yang kuat sebagai batang bawah. Kita sambung mangga tersebut dengan berbagai mangga yang lain seperti: Arum manis, Manalagi, Golek, Apel dsb. sebagai batang atasnya. Kita pelihara lahan tersebut secara makasimal, air dan hara diberikan cukup. Kelak kita memiliki mangga yang kokoh dengan aneka buah yang lebat.

[Karena, kalau kita mau bercinta langsung kan ndak boleh dan ndak memungkinkan toh].

Illustrasi ini dapat dikembangkan untuk sebarang aktivitas

OK. Siapa mau bercinta sambung ?

Salam,

Nasih Widya Yuwono

1 comment:

Beno said...

Amat sangat setuju. Siapa yang punya lahan nganggur di Wonogiri ya ?
Kalau ada, nanti bisa dibuat pesemaian, kebun bibit, atau bahkan kebun percobaan.
Pelaksanaannya tinggal mengeklopkan waktu libur atau luang kita.
Sudah ada dua ide: bantuan buku perpustakaan dan pembibitan mangga sambung.