Thursday, 27 November 2008

Keinginanku menulis

Keinginanku untuk menulis jauh melebihi kemampuanku yang pas-pasan dalam menulis. Oleh karena sudah terlanjur basah, sekalian aku mencebur memasuki arus deras dunia tulis-menulis.

Salah satu cara yang kutempuh, melihat langsung apa dan bagaimana mereka menulis tentang sesuatu hal. Aku memilih rubrik opini atau wacana di surat kabar, menurutku itulah contoh-contoh terbaik yang menggambarkan situasi yang lagi hangat di masanya.

Apa yang kucermati itu kutuangkan dalam blog Citation. Suatu saat nanti jika aku perlu mengutipnya sebagai bagian dari kelak tulisanku, aku akan mendapatkan kembali dengan mudah.

Demikianlah sedikit cerita bagaimana aku belajar menulis. Aku memasuki fase mengumpulkan, dan sebentar lagi akan mencoba meramu.

---

3 comments:

Beno said...

Yen mung ngumpulke thok, suwe-suwe bakal dadi kolektor. Ora nulis-nulis. Apa maneh kakehan pertimbangan: berdampak apa ora.
Kesuwen, kesuwen,kesuwen, kesuwen, kesuwen, kesuwen ........................ selak tahun 2010 (kongres I Kasturi lho !)

Nasih said...

aku seorang pemburu ?
aku menjadi peramu !

Beno said...

Berburu lan meramu wis ora njaman. Sakiki ya cenderung mengonsumsi.