Saturday, 8 November 2008

Kekuatan Dahsyat Jejaring Alumni

Belum lagi kesampaian mempertemukan teman-teman alumni SMP Negeri 1 Wonogiri lulusan tahun 1981, Mas Nasih telah rerasan serius soal pembentukan ikatan atau keluarga alumni yang merangkul seluruh lulusan sejak awal hingga terakhir.
Jika itu terwujud, sebagaimana yang dia katakan: kita akan mempunyai kakek-nenek, ayah-ibu, kakak-kakak, adik-adik, serta cucu-cucu baru. Suatu pemikiran jangka panjang dan selangkah di depan yang pantas disambut dan didukung. Jadi, mari beramai-ramai kita wujudkan harapan atau bahkan mimpi-mimpi itu.
Mengacu pada Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dan yang lain, sangat terasa betapa dahsyat kekuatan jejaring alumni itu. Bukan sekadar menolong adik-adik angkatan yang belum memperoleh pekerjaan, lebih dari itu bisa dioptimalkan untuk berbagai kepentingan dan keperluan, terutama yang terkait dengan Wonogiri.
Contohnya, dari ikatan atau keluarga alumni itu kita bisa membentuk suatu yayasan atau foundation. Tiap anggota, misalnya, iuran sukarela minimal Rp 10 ribu per tahun. Bisa dibayangkan, kalau ada ribuan alumni berapa nilai yang bisa dikumpulkan. Dana tersebut bisa dimanfaatkan antara lain untuk membantu anak-anak cerdas asli Wonogiri yang kurang mampu untuk menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi.
Tentu saja, mereka yang kebetulan diberi kelimpahan rezeki oleh Yang Kuasa, diperbolehkan, bahkan amat disarankan mendonasikan dalam jumlah lebih besar yang tak terbatas. Dari situ pula kita bisa membantu masyarakat di pelosok-pelosok yang masih miskin agar berdaya dan mampu mengembangkan diri sendiri.
Masih banyak lagi yang bisa kita lakukan melalui foundation yang sekarang masih berada angan-angan itu. Saya kira, sebagian besar atau bahkan semua rekan-rekan, kakek-nenek, bapak-ibu, adik-adik, dan para cucu alumni SMP Negeri 1 Wonogiri sepakat atas gagasan supermulia yang awalnya dilontarkan oleh Mas Nasih.
Memang, untuk menuju ke arah sana butuh tahapan, langkah demi langkah, atau tidak bisa langsung terwujud dalam waktu dekat. Butuh konsolidasi alumni yang sekarang telah dirintis Mas Nasih lewat penawaran blog untuk dikelola masing-masing angkatan.
Saya berharap besar pada ide atau bahkan sebenarnya lebih tepat disebut masih berupa angan-angan atau mimpi itu. Sekarang baru berani bermimpi, tetapi dari mimpi-mimpi itulah karya agung tercipta.

7 comments:

Nasih said...

Dengan sedikit kenekad-an saya yakin kita akan jadi juaranya ...

pertama: kita punya gedung tinggalan landa,jadi sekolah kita itu tentu senior dan alumninya banyak banget,

kedua: kita berasal dari daerah yang dianggap ndeso, sering paceklik dan kekeringan, isyu yang laris untuk media,

ketiga: perantau wonogiren itu sangat terkenal dimana-mana,

keempat: wong wonogiri ayu-ayu (ngadirojo) ha ha ha ....

Beno said...

Setuju, terutama yang keempat itu. Putri Wonogiri huayu huayu, bukan hanya yang asal Ngadirojo. Lha yang dari Praci dan Wuryantoro kan tak kalah huaayune.

Bambang Supriyadi said...

Ben saya yakin impian itu akan terwujud, kapan nih bisa ngumpul, mau di Bali, Semarang apa Jogya, apa di wonogiri? saya siap datang. Memang kita bisa bikin konsepnya dulu, kalau sudah mateng kita ketemu, bagi tugas dan bergerak. Dengan network Alumni banyak hal bisa dilakukan. Sering sekali banyak permintaan tenaga kerja, kadang saya kekurangan stock kandidat. Kalau ada link kan enak, kita bisa tampung lulusan yang pada belum kerja. Saya kelola outsourcing dan permintaan tenaga kerja cukup banyak.

Sekarang lagi siapin sekolah untuk spa, permintaan dari luar negeri cukup banyak. Nasih, kita siapin konsep Yayasannya dan kalau sudah siap kita bisa undang beberpa wakil dari tiap angkatan untuk ketemu.

Oke....

Nasih said...

Paling syuur, pertemuannya di Bali saja sambil menikmati spa ...

OK. Kita cari tahu lebih detil pada temen-temen yang SH, SE, dan S yang

mujtahid said...

Piye Sih? Kita angkat Bambang Sup jadi Menteri Tenaga Kerja wae piye?

Beno said...

Setuju, oke banget.
Mas Bambang Sup kita angkat jadi Menaker merangkap Menkeu, Menko Kesra, Mendiknas, Menbudpar, Menkes, Menpora ....... Lha, wakil presidene Nasih, aku cukup YMT (yang membawakan tas).
Mas Tahid terserah mau jadi apa, mangga kersa.

Cucuk Budiyanto said...

Pakdhe-pakdhe, jadinya rencana bikin yayasan ini gimana? Saya angkatan 93 (luluse..)