Sunday, 16 November 2008

Kelengkeng sambung

Sebatang kelengkeng di depan rumahku umurnya sekitar 30 tahunan. Secara berkala harus dipangkas cabangnya, karena pohon tersebut tepat di bawah jalur listrik. Pohon yang rimbun tersebut belum pernah berbunga, apalagi berbuah. Selama ini ya berfungsi sebagai peneduh, penyerap panas matahari dan karbondioksida, serta tentu saja sebagai penghasil oksigen. Pada cabang yang cukup besar burung pipit bersarang atau mungkin menjadi tempat bermalam. Yang jelas pohon ini penghasil biomassa berupa guguran daun tua.

Terpikir oleh saya ditebang sajalah pohon itu diganti tanaman lain yang produkif. Tapi kalau menanam pohon baru perlu waktu 4-5 tahun dapat berbuah.

Beberapa hari lalu saya terpikir oleh saya mengapa tidak disambung saja ? Saya punya pengalaman dengan pohon lain, yaitu pohon beringin. Itu di terjadi tahun 2003 saat aku menempati rumah baru tersebut. Saya potong batang ringin setinggi 1 meter . Beberapa bulan setelah tunas baru muncul saya sambung dengan Ficus yang memiliki karakter daun berbeda. Sampai sekarang (2008) pohon beringin dengan daun baru itu tetap tumbuh tegar.

Kembali ke tanaman klengkeng, saya beli di Prambanan bibit klengkeng pingpong okulasi sebatang harganya 75.000 rupiah. Akhirnya saya rencanakan pohon kelengkeng di depan rumah itu akan saya potong pendek saja mungkin setinggi satu meter, agar dia bertunas lagi. Nah Tunas yang tumbuh tersebut akan saya sambung dengan kelengkeng pingpong. Saya harap sekitar Maret-April 2009 saat yang tepat untuk menyambung itu. Kalau penyambungan itu berhasil, maka mulai 2 tahun depan sudah cukup kuatlah sambungan itu untuk berbuah kelengkeng pingpong yang lebat.

Gambar2 akan saya susulkan.
Komentar dan saran rekan semua saya tunggu.

Salam,


Nasih Widya Yuwono
---
Sharing ide ini saya lakukan karena tergerak oleh saran Beno. Untuk membagi pengetahuan. Akhirnya saya memilih membagi ide untuk kemanfaatan ekologis dan bukan keuntungan ekonomis.
---


3 comments:

Beno said...

Lah itu ide yang brilian.
Cuma, sampai sekarang saya kurang open terhadap tanaman.
Pot-pot di depan rumah tinggal potnya, tanamannya layu atau mati.
Sekarang, saya ingin memperbaiki perilaku itu.
Terima kasih telah diingatkan.

mujtahid said...

Sih adiku (Oom ... eling to?) na giriwono nandur klengkeng rung nganti 3 th wis awoh lo ... tur legi banget. Yen perlu sampean mampir, ahli tanah tanya karo wong pajak ... he he ... ra ngece lo!

Nasih said...

wah mesti kuwi kelengkeng ajaib ya ...