Friday, 7 November 2008

Kopi panas

Setiap kali jika aku singgah di rumah keluarganya Beno, di selatan Lapas Donoharjo selalu disuguhi kopi panas dan tentu saja diberi gula cukup sehingga manis. Bayangkan di siang hari yang panas, minum kopi panas. Langsung berkeringat deh. Tapi itu yang membuat suasana jadi tetep seger.

Sampai sekarang, di ruang kerjaku. Aku masih membuat kopi panas. Kopi bubuk yang harum. Kopi instan aku ndak berani, karena beberapa kali setelah minum kopi instan aku langsung klepek-klepek, kelabakan kekurangan oksigen. Kopi tubruk aku juga ndak biasa. Lah, di kantor siapa yang mau ditubruk. Mungkin kalau pas di perjalanan, kopi tubruk itu cocok ... maksude kopi seadanya. Nenekku yang di Pacitan, seingatku sewaktu sugeng sering memanen kopi tanamannya sendiri. Kemudian biji kopi itu disangrai dan dihaluskan. Itulah kopi yang sering disuguhkan

Waktu beberapa hari berkunjung ke Meulaboh pasca tsunami, setiap saat aku minum kopi. Disamping untuk mengusir hawa yang dingin, tapi yang jelas kopinya lebih enak. Kopinya dijerang cukup lama di atas api. Tapi kata orang disana juga banyak disediakan kopi tua (kopi yang diperkaya ..... ) aku ndak berani nyoba. Takut kalau ketagihan.

Nah, kembali ke kopi panas. Itulah minuman yang selalu setia menemani di kantor. Mungkin itu pula yang membuat perutku tetap langsing. Karena pada jam-jam yang seharusnya diisi nasi, ya cukup mendapat panasnya kopi. Menjaga stamina ? Ya, Begitulah.

Ayoo ... siapa mau kirim kopi panas ke sini ? Tak tunggu.

3 comments:

mujtahid said...

Sing gawe kuru kopi apa marga wuyung nganti saiki ra klakon ... duh duh kesuma apa ra krasa apa pancen tega ...

Nasih said...

Muga-muga wae panjenenange maos tulisane Tahid.

Aku tetap setia lho : kopi panas

Beno said...

Perasaan aku nggak pernah menjamu dengan kopi, tetapi cukup teh. Soalnya, kopi nggak populer di keluargaku.
Tetapi sejak jadi manusia nomaden aku juga akrab dengan kopi. Kopi apa saja: instan, tubruk (sana-sini), luwak (maksudnya untuk makan luwak/musang), tuwek (kopinya dipetik setelah tua, begitu, bukan dicampur daun ganja), ........ dan kopi paste dari kopi hehehehehe.
Herannya, kopi nggak bikin aku tahan ngantuk. Kalau sudah saatnya datang, ya ngantuk begitu saja. Kopi bergelas-gelas nggak ngaruh.
Ya, sesama penyuka kopi dilarang saling mengopi .....