Tuesday, 25 November 2008

KURANG DUA PAK !!

Ketika kelas dua, waktu itu IIA, ada guru bhs Inggris baru, yaitu pak Sugir. Karena baru, beliau memperkenalkan diri dan ingin kenalan sama murid-muridnya. Jadilah secara bergiliran, masing-masing menyebutkan namanya.

Ketika sampai pada seorang murid yang agak kurus, dengan keras murid itu mengatakan “Kurang dua pak!!”. Dengan agak bingung pak Sugir bertanya,”Apanya yang kurang dua?” Mula-mula anak-anak yang lain juga nggak tahu maksudnya. Kemudian murid itu sambil ngacung bilang lagi, ”Iya pak, kurang dua pak!!” Pak Sugir yang masih belum nyambung dengan maksud murid itu bertanya lagi,”Oke, sebutkan dulu, namamu siapa? What is your name?” Anak-anak yang lain mulai mereka-reka dan pada cekikikan..”Iya pak, nama saya kalau diterjemahkan: KURANG DUA alias TU MIN pak?” Jadilah ggeer!! Seluruh kelas pada ketawa semua, termasuk pak Sugir yang guru bahasa Inggris itu.

3 comments:

Mincuk said...

iya..... mas patrem, kalau soal nama kurang dua ada lagi yang lebih nyenengke yen disebutke. Kiiiiisssmiiii (kan baru belajar inggris waktu itu n senang nyebutnya ) maksudku yang Kismiyatin itu lo !
betul nggak ?

mujtahid said...

Aku kok lali to Trem karo pak Sugir, kalau ga salah kita kelas 2a dulu memang terlantar pelajaran bhs inggrisnya karena guru aslinya (pak pardi) ga pernah masuk (ga tahu ada masalah apa!). Makanya pantes saja kelas2 lain yang diajar pak Simin pada lebih cas cis cus. Melihat daftar induk siswa teman kita TUMIN itu akhirnya ga lulus SMP ya ... sedih deh aku, jadi ingat Lintang .. ihik.. ihik

mujtahid said...

Aku dadi eling lagi karo pak Pardi yang alus lemah lembut itu. Dulu kita kan juga punya teman namanya Pardi juga (yen ra salah omahe sekitar pak Pandoyo - SD 7). Ketika pak Pardi nyuruh Pardi njawab : "Come on Pardi ... " sak kelas pada nutup mulut menahan tawa. Pak Pardi yang alus itu lama2 tahu diri juga. Selanjutnya Pardi curhat ke aku ... sejak peristiwa itu pak Pardi ga pernah lagi nyuruh dia ... "yo malah penak to Di, anggere bijine 8 rak yo ra pa-pa". "Penak piye bahasa Inggris kan yo perlu praktek ngomong, ora mung ngrungokke".