Monday, 24 November 2008

KURSUS DEWASA!!!

Cerita tentang Sigit (almh) memang gak ada habis-habisnya. Dulu ketika awal kelas satu, aku pernah satu bangku dengannya. Berbagai polah tingkah dia bikin aku kadang-kadang anyel, kadang-kadang tertawa. Salah satu yang bikin anyel adalah, kalau pas pelajaran slalu ngajak bicara. Lha yang membuatku tertawa adalah ketika Pak Pardi, Guru Bhs Inggris, nyuruh Sigit mbaca. Dengan lantang dan logat mbatu-nya yang ’medhok’ ia mbaca bhs Inggris dengan penuh percaya diri. Lha teman-teman, terutama Agung Triwondo, sering ngetawain dia.

Ada sesuatu kenangan yang tak terlupakan tentang sigit adalah kegemarannya mengumpulkan gambar-gambar / brosur-brosur film porno (film-film Indonesia jaman itu memang lagi hot-hotnya). Tiap ke sekolah ia bawa beberapa eksemplar brosur film. Aku dikasih beberapa lembar. ”Nggo opo git?” tanyaku. ”Lho kan ini bisa untuk sampul buku kita, trem. Dari pada harus beli,” jawabnya. Betul juga ya, pikirku. Lalu aku & Sigit mulai menyampuli buku-buku pelajaran kita dengan brosur film porno Indonesia itu.
Adalah Yusup Pranowo yang akhirnya memperingatkan aku, ”Trem, kok bukumu kok sampuli gambar kayak gitu?”. ”Lha.. itu sigit iya”. ”Ya jangan ikut-ikutan Sigit, kalau ketahuan guru lho,” kata Yusup. Aku segera ganti semua sampul bukuku. Kemudian aku sama Yusup melihat-lihat buku-buku Sigit yang semuanya pakai sampul brosur-brosur film, ternyata hampir semuanya ia tulisi ”KURSUS DEWASA!!!” . ”Lho, kok kursus dewasa to git? ” tanyaku. ”Itu lho, kamu kok gak tahu to trem-trem, film-film ini yang boleh nonton cuma orang dewasa thok,” katanya. Ooo, maksude khusus dewasa to, dasar wong mbatu, batinku (he..he..he..sorry ya kalau ada yg dari mBatu).

5 comments:

Beno said...

Pancen, Sigit itu memang mbedhig. Dasar punya modal sebagai anak juragan bus.
Di kelas 1 saya lumayan akrab dengan dia. Tapi ya itu, suka ngajak-ngajak nggak baik. Antara lain ngganggu Tatik atau Anik.
Saya mah mana berani gituan, nggak punya modal je !

Nasih said...

temanku dari mbatu Agus Budyanto, katanya sekarang di Depok ?

patrem said...

O, Agus Budyanto itu dulu sering main badminton sama aku. Dia dari mBatu to, salam ya kalau ketemu.

Nasih said...

aku juga ikut badminton,tp karena pake matakaca di kelas 3 ya repotlah akhirnya ndak ikut . . .

mujtahid said...

Buka rahasia yo ... kalau Patrem "diperawani" atau "diperjakai" sama Sigit, kalau aku "diperjakai" sama Agung Triwondo itu (temanku SD jane). Pas habis ujian EBTA kelas 3 kan kita ga ada pelajaran tuh, boleh datang siang2. Suatu hari aku ngampiri dia (omahe cedakku) ... pertama kali diweruhi gambar2 saru, aku langsung vertigo ... dunia gelap berputar2 3 hari 3 malam ga sembuh.