Friday, 28 November 2008

Ngraketke Paseduluran, Nginguk Mengisor


Kepada yang tersayang Mas Susilo, saya setuju banget pada konsep reuni yang lebih cenderung pada ngraketke paseduluran ditambah nginguk mengisor. Jadi, selain kembali ''menghangatkan'' persaudaraan dan pertemanan yang mungkin kini sudah agak berkarat. Lebih dalam lagi, kita perlu memberi perhatian yang lebih intim terhadap beberapa teman yang barangkali ''kurang beruntung'' dari pandangan kita secara umum. Dua hal itu saya kira yang perlu ditekankan terlebih dulu. Mengenai ''proyek mercusuar'' yang telah saya catat, sebaiknya dianggap sebagai prioritas ke sekian dan dampak ikutan saja.
Sejak awal ketika sing mbaurekso Ngayogyokarto merancang, saya sudah usul agar pertemuan kembali alumni itu nonformal saja. Bisa di alun-alun atau di Alas Kethu, kita ngobrol bareng atau sembari jalan sehat ke Waduk Gajahmungkret (bukan Gajahmungkur lagi karena sedimentasinya tinggi dan umur efektifnya berkurang). Alangkah indah menelusuri dan menemukan kembali masa-masa yang telah lewat.
Bahkan saya juga usul jangan menggunakan kata ''reuni'' karena bagi beberapa orang sangat sensitif, yakni lebih mengesankan sebagai ajang pamer kesuksesan ! Saat bertemu nanti, saya ingin kita semua kembali ke titik nol, yaitu saat menjadi murid SMP Negeri 1 Wonogiri. Kita setara, dan bukan siapa-siapa. Beno ya Beno yang dulu cilik ngeyoyet (kurus kering tinggal tulang belulang), pemalu, tetapi sudah menjadi anggota bonek (bondho nekat rek, rupo ora bagus tetapi wani naksir siapa saja wuahahahahaha .....). Susilo ya Susilo yang kecil dan item (wah sori ya hahahahaha .....) tetapi suka usil (dasar bakat ya), dst dst ......
Bahkan kalau perlu kita cari Tumin dan beberapa teman lain yang tidak bisa menuntaskan pelajaran sampai lulus (lha iki tugase sing mbaurekso Ngayogyokarto).
Nah, soal ngungak mengisor, masih ada waktu untuk membicarakan dan menentukan apa serta bagaimana bentuknya. Termasuk bagaimana pendekatan terhadap teman-teman yang sampeyan sebut kurang beruntung itu, meski mungkin mereka tidak merasa demikian.
Masih ada waktu, dan saya kira kita memang agak mengesampingkan terlebih dahulu ''proyek-proyek mercusuar'' itu.

7 comments:

Nasih said...

Kalau ndak mau kata xxxxx jangan disebut-sebut lagi to.
pake aja "temu alumni lulusan 1981"

saya berusaha memandang teman-teman face to face saja , ndak mau melongok ke bawah atau mendongak ke atas kita ini kan sama setara saja.

ndak ada yang kurang atau berlebih
hanya saja saja kita memiliki ragam kehidupan yang berbeda...

Susilo said...

Saya merasa tersanjung disayang-sayang oleh beno yang tercinta . Ide tentang persahabatan yang nyemedulur saya pikir merupakan sebuah gagasan yang lebih cair dibanding sekedar ketemu formal, semacam cara mensyukuri setiap anugerah yang telah Tuhan berikan dalam hidup. Saya sendiri masih belum bisa menggambarkan bagaimana rencana temu alumni itu. Ya, sebatas ide apa yang saya ungkapkan mungkin bisa saja jadi bola salju, tapi kalaupun berhenti sebagai wacana-pun bagi saya sudah cukup melegakan. Paling tidak seperti yang ditulis para provokator, tulislah apa saja...

Mincuk said...

ide-ide sampeyan semua aku sangat-sangat setuju dan memberi dukungan,memang ada teman alumni kita tidak seberentung kita semua...,soal pengadaan reuni yang tidak formalpun aku sangat setuju, waktu aku ketemu beberapa teman kususnya putri, walah aku isin......, tapi aku sdh bilang mungkin kita hanya ketemuan saja, ngobrol-ngobrol n makan-makan saja. tidak formal lo !( boleh katanya.... )

Mincuk said...

welwh...weleh... gambar kuwi opo arep ngandani aku to ? iki lo prejengane anggota blog smp1-81 sing isih jujur durung keno evolusi... , tapi kok yo pamer jaman sing isih think...think.. aku pilih sing wis .... (horo to yooo... sing madep ngarep kuwi opo gambare sing nulis..? ) hiikhiik....

Beno said...

Mbak Mincuk, itu ada tujuh cowok agal anggota bonek. Silakan tebak yang mana, tetapi kira-kira ada Susilo, Nasih, Tahid, YB Budi Wibowo, Suryo, Anto, dan saya sendiri. Masih natural, maksudnya meski nudis nggak menimbulkan dampak apapun (kecuali yang pikirannya memang ngeres). Lha yang dua itu kira-kira Mbak Iduk sama Mbak Imah ..... hahahahahahaha. Saya ndak berani menampilken Mbak Mincuk, terutama yang posenya sama dengan cowok-cowok ndugal itu, takut kuwalat nanti !

Mincuk said...

looo.. aku kan ada di depan semua cowok, yang motret gitu. kan aku pilih sendiri mana yang harus aku buat fulgar.... tapi kagak apa, walaupun dulunya natural ternyata sudah mencetak hasil. Coba kalau semua anggota blog 81 saat ini berpose seperti itu, langsung jadi terkenal seantero.... mau coba, hubungi ahli potret Mincuk gitu lo !

Beno said...

Iya ya, termasuk milih ''perkutut'' siapa yang pantes ditampilken .....