Thursday, 27 November 2008

Perhatian buat cowo2 yg suka cukur di barber shop !! Sereeeeem....



Awas AIDS! Bawalah Silet Sendiri Saat Cukur


Selasa, 25 November 2008 | 08:31 WIB

BALIKPAPAN, SELASA - Penyebaran HIV/AIDS yang cepat di Balikpapan mengundang keprihatinan banyak kalangan, termasuk Dinas Kesehatan Kota (DKK). Sebagai institusi yang menangani berbagai problematika kesehatan, DKK memandang pencegahan terhadap HIV/AIDS sangat penting dilakukan.

"Di belakang seorang pengidap HIV/AIDS, ada 100 penderita yang lain," kata Kasi Pemberantasan Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr Agyan Reswanendro, kemarin.

Hingga saat ini belum ada obat yang bias menyembuhkan HIV/AIDS. "Yang ada baru Anti RetroViral (ARV) yang berfungsi menekan pertumbuhan virus di dalam tubuh," katanya.

Obat tersebut bukanlah untuk membunuh virus, melainkan menekan pertumbuhan HIV. "Karena HIV belum ada obatnya, maka pengidap HIV postif pada akhirnya akan tetap menderita AIDS," katanya.

Ia menjelaskan, AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Menurut Agyan, kemaksiatan merupakan pangkal segala kemudaratan dan selalu berdampak buruk bagi pelakunya. "Namun bukan berarti orang yang tidak melakukan perbuatan berisiko tinggi bebas HIV. Contohnya orang yang terinfeksi melalui pisau cukur. Saya menyarankan bila Anda mau cukur, jangan lupa membawa silet sendiri," katanya.

4 comments:

Nasih said...

Apik maneh dicukup dewe atau ndak usah dicukup wae ..
Soale yen dicukup wong liya masih ada peluang terkontaminasi atau terinfeksi lewat suara atau pandangan ha ha ha ...

mujtahid said...

Mas Anto meden2i wae, untung aku ga pernah cukur model plonthos jadi pakainya cukuran elektrik dan gunting. Tapi kalau pas ngerok sisa rambut yo tetep pakai silet kok ya. Terus gimana nih? Kebetulan aku barusan iseng2 pinjam novel-e bojoku Ketika Cinta Bertasbih, disitu diceritakan hancurnya hidup seseorang akibat terkena HIV yang tidak disengaja ... wuih ngeri sekaaaaliiii!

A N T O said...

Ha...3 biar pada gondrong semua....
Cb pd tulisan yg biru itu kan ada solusi Mas, "ke salonnya bawa silet sendiri..."

Beno said...

Repot, repot ! Paling tepat memang potong sendiri dengan risiko orak apik, atawa nggak usah potong sekalian. Biar pada gondrong dan brewok semua, seperti almarhum Gombloh penyanyi itu.