Sunday, 9 November 2008

Perubahan

Perubahan itu ada di perasaan ataukah ada dimana ?

Begitu posting Kenang --yang nyuwun pangapunten ya tak caecar-kan lha sudah 9 bulan 10 hari koq nggak lahir-lahir, mengko ndak kehabisan udara segar-- tapi kalau mau diedit lagi ya bolehlah baik isi maupun date-nya.

Ya sebenarnyalah segalanya telah berubah, dan memang seharusnya segalanya berjalan menuju muaranya ... tapi ada yang masih utuh yaitu -kenangan-. Menghadapi segala bentuk perubahan itu yang paling enak ya ikuti ... ngeli ning ora sah keli.

1 comment:

Beno said...

Ya, perubahan itu sebenarnya ada di mana ? Apakah dalam dimensi waktu, rasa, atau realitas ?
Susah juga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis semacam itu.
Dari dimensi rasa, saya merasa tak berubah: tetep 27 bo !!
Tapi dari dimensi waktu, kok telah berlari sedemikian jauh. Tak terasa lagi.
Dari dimensi realitas, memang segalanya telah berubah. Contoh sederhana, itu alumni yang dulu clingus-clingus (dan malu-maluin) sekarang ugal-ugalan, celelekan, slengekan, dan sebagainya.
Pasti ada dimensi-dimensi lain, yang mungkin teman-temin punya pandangan sendiri-sendiri.
Bagaimana coba, akau mau tahu ?