Friday, 28 November 2008

PR dari mas Tahid




Bukan berarti aku menggurui teman-teman, maksud aku hanya membagi pengalaman (merasa cocok bisa diambil, kalau kagak kasih komentar/saran) :



  1. Sejak hamil peran calon ibu( baru pertama hamil ) memperhatikan asupan makan yang bisa membentuk otak sangat-sangat diperlukan.
    Kebetulan suami aku dari kota Semarang yang gemar makan segala macam ikan laut (yang aku suka kerang, karena pengaruh pembentukan otak sangat besar), hal ini aku pelajari dari ilmu kedokteran juga (Iya kan mas Widhi/ suami mb Yani ?). Makan kerang sering aku lakukan selain satu butir telur (jadinya anakku minta ampun senangnya dengan segala macam masakan telur ). Hal ini juga aku lakukan dengan anak yang kedua (Cowok, sekarang kls 3 SMA). Cuma yang anak ketiga (putri, kls 3 SMP) aku tidak memperhatikan betul soal makanan jadi agak berbeda dengan mas-masnya. ( sekarang kan banyak promosi/iklan yang bisa meningkatkan kecerdasan otak). Wah ternyata aku sudah melaksanakan 21 tahun yag lalu, saat itu aku hanya berpikir anak-anakku tidak boleh kalah dan tidak merepotkan dalam mencari sekolah yang diinginkan.

  2. Memberi pendidikan dari dalam kandungan,yang aku maksud adalah segala sesuatu yang kita perbuat selama hamil (ternyata menurun kepada anak kita).
    Si Sulung aku kan sejak dalam kandungan kuajak kuliah ( eh kecil-kecil kan sudah dapat materi orang gede ), jadinya dia sangat sayang kepadaku. Walaupun aku hamil aku tidak surut lo.. untuk belajar,( kan aku sudah pernah bilang tidak mau kalah juga dengan RIVALKU sejak SD, iya kan mas BENO ? ).

  3. Untuk mendidik anak aku tidak begitu Istimewa, malah wajar saja. Hanya aku sering menekankan disiplin sejak kecil terutama dalam kewajiban sebagai siswa dan membuat anak mandiri ( dalam arti dia bisa mengurus diri sendiri ). Aku ambil contoh, sejak TK anak-anakku sudah pisah tidur dengan ortu (kan jadi asyik terus dengan papanya ) dan masalah makan dia bisa membuat sendiri walaupun itu hanya mie rebus dan dadar telur ( sebelumnya juga diberi les khusus dengan pengawasan, supaya mereka bisa mengatur perut yang sudah lapar).

  4. Tentang Pendidikan agar meraih prestasi, masing-masing anak perlakuannya mungkin berbeda.
    • Si sulung belajar mandiri, dia hanya ingin dibelikan buku dengan pilihan sendiri dan dibaca sendiri, tidak mau les kepada gurunya.
    • Yang nomor 2 lain lagi, dia berprestasi kalau ada iming-iming hadiah.
    • Nah anakku yang ragil (putri) lain dari masnya, kalau tidak didukung ketelatenan dan rutinitas belajar bisa amburadul …
Lanjut setelah yang satu……….. ini

3 comments:

Nasih said...

sing ragil percise ibunya ..

Beno said...

Aku gak usah komentar. Soale kabeh wis dicritakke secara pribadi. Nggak boleh ada yang iri lho !

mujtahid said...

Akhirnya ... ibu Kartini angkatan 81 kita muncul sebagai pelopor dan contoh buat Kartini2 lain dalam dunia blogger.
Ayo mbak, Kartini2 yang lain dimotivasi supaya nggak ketinggalan. Ayo Sih kasih mbak Mincuk daftar no hp mereka : Iduk, Tatik, Kartinah dll ... mosok kalah karo mbak Mincuk. Kalau yang jadi provokator teman putri mungkin mereka jadi tergerak.
Matur nuwun mbakyu ... atas info2 parenting-nya.