Friday, 14 November 2008

Sahabat

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam? persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

by: Kahlil Gibran

---

Makna Kata Sahabat

Bahasa Indonesia cukup kaya dengan kata untuk menyebut seseorang yang bukan anggota keluarga kita atapun kerabat kita tapi memiliki kedekatan personal dengan kita: teman, kawan, sahabat. Dan dalam istilah lain sering juga disebut sobat atau sohib. Ada yang berpendapat bahwa kelima kata yang memiliki padanan dalam bahasa Inggris “Friend” itu berbeda nuansa satu sama lain. Teman itu tingkatannya paling rendah, sehingga tak heran kita sering mendengar ucapan: "ah dia hanya teman saya, tapi bukan kawan, apalagi sahabat."

Menurut golongan yang berpendapat bahwa “teman, kawan, dan sahabat” itu berbeda, selalu mengurutkan intesitas dan kedekatan hubungan dari yang paling “biasa” sebagai “teman”, lalu meningkat menjadi teman dekat dengan sebutan “kawan”, dan terakhir kawan yang sudah benar-benar sangat dekat disebut sebagai “sahabat”. Kepada “teman” saya menceritakan humor-humor untuk bahan tertawa bersama. Kepada “kawan” , selain humor jenaka, saya juga mulai berkisah tentang duka saya dengan tetap menyembunyikan hal-hal paling rahasia. Namun hanya kepada “sahabat” saya berbagi segalanya: tawa, duka, dan juga rahasia.

Namun ada golongan yang lain berpendapat bahwa ketiga kata itu “teman, kawan, sahabat” adalah sinonim yang tak berbeda nuansa. Ia bisa dipakai kapan saja, tanpa perlu membedakan tingkatan kedekatan kita. Golongan ini berpendapat bahwa, pilihan kita menggunakan ketiga kata itu adalah selera kita tanpa didasarkan pada intesitas hubungan. Silahkan pakai kata teman. Silahkan gunakan kata kawan atau sahabat. Apalah arti sebuah ”kata” jika ketiganya mengacu pada satu entitas makna.

Lalu saya berada pada golongan yang mana? Apakakah pada golongan pertama yang suka membedakan makna bahasa dari setiap kata berbeda? Ataukah saya termasuk golongan kedua yang berpendapat: "Apalah arti sebuah kata jika ketiga kata itu merujuk pada satu makna yang sama yaitu: bukan kerabat tapi dekat dengan kita." Saya tak akan menentukan pilihah pada salah satu golongan di atas. Kedua golongan itu benar dengan argumennya masing-masing.

by : F. Set

---


3 comments:

mujtahid said...

Bicara tentang sinonim selalu mengingatkanku pada bu Gun yang istimewa. Kalau beliau mengajar atau membaca satu kata mesti muridnya langsung disuruh cepet2an tunjuk jari, siapa yang tahu sinonimnya dengan gayanya yang khas ... dan kita akan buru2 menyambarnya. Dulu aku ga tahu manfaatnya untuk apa. Baru sekarang setelah tuwek, disuruh banyak membuat konsep dan proposal ... baru merasakan perlunya banyaknya perbendaharaan kata.

Beno said...

Betul, Mas Tahid, dulu kadang-kadang saya agak jengkel juga dipermalukan di depan teman-teman.
Sekarang baru terasa manfaat ajaran beliau. Terima kasih Bu Gun !
Andai waktu bisa diputar kembali ....

Nasih said...

"mau aksi, malah baru trasi" itulah yang sering terlontar dari Bu Gunarti pada anak-anak badung ... haloo teman-teman 2c yang suka melepas burung (kertas).