Friday, 28 November 2008

Suka, Agak Suka, Tidak Suka


WAKTU SMP dulu ada pelajaran yang tidak kusukai: keterampilan dan PKK. Alasannya sederhana, tidak bikin terampil dan rajin tetapi malah bikin ribet ! Jam-jam pelajaran itu membuatku sungguh tersiksa.
Namun ternyata yang menyiksa itu sebenarnya memberikan pelajaran sangat berharga, dan sayangnya baru kurasakan setelah dewasa. Contohnya, mencari daun pandan kemudian mengolah jadi bahan baku tikar butuh perjuangan keras. Belum lagi ketika membuat tikar (buatanku waktu itu mencong dan dapat nilai 64 dari Pak Narjo).
PKK sewaktu kelas 2 dan 3 juga demikian. Rasanya benci setengah mati karena pikirku: belajar kok menyiksa begini. Setelah jadi mahasiswa baru terasa manfaatnya: menyeterika, membuat telur dadar, dan menanak nasi !
Di luar pelajaran, aku juga tidak suka upacara dan senam. Sepertinya cuma kegiatan ''tak berguna'' (pandangan naif saat itu). Ternyata ada juga manfaatnya: disiplin, tahan banting, membentuk kebugaran, dan tahan panas hehehehehe .....
Dulu, saat upacara pilih di barisan belakang, biar bisa ngobrol dan hahahahihihi sama teman sehobi. Suatu saat ketahuan kalau tidak salah oleh Pak Simin Karsamto (tetanggaku sendiri di Donoharjo). Cuma ditegur dengan wajah galak, tapi malunya minta ampun.
Senam juga begitu. Sekadar menggerak-gerakkan tangan sekenanya, tetapi yang aktif mata: lirak-lirik ke sana- sini cari pandangan (ihik ihik ....).
Pelajaran yang kusuka tentu saja Biologi, karena Bu Haryati gurunya menjadi favoritku. Begitu suka sehingga hapal seisi buku karena kupindah menjadi ringkasan di buku tulis. Jadi, tidak mengherankan kalau nilainya 9 ke atas.
Nah, pelajaran-pelajaran lain semisal PMP, Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah, Geografi, Agama, Bahasa Inggris, dan Kesenian masuk kategori agak suka saja. Nilainya ya hanya cukupan karena motivasinya juga setengah-setengah.
Saya setuju, anak-anak SD, SMP, dan SMA tidak usah dibebani banyak pelajaran. Seperti di negeri sono, cukuplah ada mayor dan minor atau pilihan. Mayornya antara lain Matematika, IPA, dan Bahasa, yang lain jadi pilihan saja.

2 comments:

Nasih said...

sebagai cah ndesa yang baru saja datang ke kota, tentu saja suasana belajar di smp itu sangat menyenangkan ... teman-teman yang pienter-pinter dan gurunya hebat-hebat.

tapi yang mengesan, di kota bisa 1-2 kali lihat filem di gedung, waktu di desa kan hanya ada layar tancep itupan pas kalau jamu jago atau air mancur sedang promosi ...

Beno said...

Podho ndesone !