Friday, 28 November 2008

Surat-suratku Dibukaki Pak Narjo


DULU saat kelas 1 saya rajin surat-suratan dengan beberapa sahabat pena. Salah satunya sahabat putri dari Jakarta yang suka nulis cerpen di banyak majalah anak-anak. Saya ingin menyerap ilmu dari dia, sehingga rata-rata dua kali sebulan surat-suratan.

Namun suatu waktu surat itu saya terima dalam keadaan terbuka atau amplopnya sudah disobek. Kali pertama saya biarkan saja, mungkin sahabat saya itu lupa mengelem atau lemnya rontok ketika suratnya dalam perjalanan.

Lalu, dua, tiga, empat ......... lha kok bukakan terus ? Lha, saya menjadi jengkel kan. Tidak mungkin sahabat saya itu lupa mengelem atau lemnya mengelupas, apalagi yang mbukak pak pos. Pasti ada seseorang di sekolah yang membuka.

Nah, biar kapok saya minta sahabat putri itu setiap mengirim surat menuliskan kalimat ''YANG MENDAHULUI MEMBUKA SURAT INI ANJING !'' pada bagian kiri atas amplop. Sejak itu surat-surat saya aman.

Selanjutnya, saya mendapat informasi dari Bu siapa itu yang bertugas menerima surat-surat bahwa yang mbukaki surat saya adalah Pak Narjo (almarhum), wali kelas saya. Pantes, waktu itu beliau agak gimana gitu.

Sayang, saya belum sempat meminta maaf atas kekurangajaran saya itu setelah sadar maksudnya baik. Mungkin karena sahabat pena saya itu putri, beliau tidak ingin ada something wrong, misalnya pacaran lewat surat.

Semoga beliau sudah memaafkan saya.

5 comments:

Nasih said...

tolong donk cerita, bagaimana beno rajin dan berani menulis bahkan mungkin sudah sejak SD ya ...
kalau tidak keliru Beno kan punya paman (family) yang kerja di majalah Kartini (?) mungkin kondisi seperti itu turut memicu proses kreatif beno kecil ...

Susilo said...

Bener sih, aku setuju kalo beno nulis itu di blog ini. Aku mengagumi talentanya beno dalam menulis, sejak kecil sampai sekarang. Tulisan di blog inipun bahasa dan cara ngudhari gagasan terasa cair dan gak ribet. Ayolah ben, taktunggu tulisanmu itu sebagai wujud proses pencerdasan kawan dan keluarganya...

Nasih said...

ayoo beno diudari ... eh diudani wae

Mincuk said...

setuju mas sus dan mas nasih....tapi yen arep ngudari aku setuju.... nanging yen wis udar urusane aku.. ( hahaha......... )

Beno said...

Setuju setuju wae asal sing ngudhari lan ngurus sakbanjure .... anu ......