Wednesday, 12 November 2008

UNSUR -ISASI DALAM BAHASA INDONESIA

Tentu pembaca pernah mendengar atau bahkan menggunakan kalimat yang mengandung kata dengan unsur –isasi bukan? Kata modernisasi, normalisasi, dan legalisasi merupakan sebagian contoh kata yang mengandung unsur –isasi. Unsur –isasi yang digunakan dalam bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari dua bahasa, yakni -isatie (Belanda) atau –ization (Inggris). Unsur itu tidak diserap secara terpisah ke dalam bahasa Indonesia.

Unsur –isasi ada dalam pemakaian bahasa Indonesia seperti yang terdapat pada tiga contoh kata di atas. Penyerapan dilakukan bersamaan dengan bentuk dasarnya secara utuh. Kata modernisasi diambil dari bentuk dasar kata modernisatie, modernization. Kata normalisasi diambil dari kata dasar normalisatie, normalization. Kata legalisasi diambil dari kata legalisatie, legalization.

Mengingat bahwa akhiran asing –isatie atau –zation tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi –isasi, sebaiknya tidak digunakan dalam pembentukan kata baru dalam bahasa Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kata yang telah lazim kita dengar atau gunakan, seperti turinisasi, lamtoronisasi, dan rayonisasi? Sepertinya pengguna kata tersebut, akan mengabaikan apakah sumber kata-kata tersebut berbentuk utuh atau tidak.

Ada afiks atau imbuhan dalam bahasa Indonesia yang membentuk makna yang sama dengan unsur –isasi, yakni pe-…-an atau per-…-an. Baik unsur –isasi maupun imbuhan pe-…-an atau per-…-an dapat membentuk makna ‘hal ber-…’. Kata turinisasi bermakna sama dengan kata perturisan. Kata lamtoronisasi bermakna sama dengan perlamtoroan. Kata rayonisasi semakna dengan perayonan.

Jika pengimbuhan dengan per-…-an itu menurut rasa bahasa kita kurang sesuai, kita pun dapat memanfaatkan kosakata bahasanya dengan istilah pembudidayaan… . Istilah itu sudah sering digunakan, dengan arti ‘proses atau tindakan membudidayakan’. Misalnya, pembudidayaan kerapu, berarti ‘proses atau tindakan membudidayakan kerapu.

Ada kata tertentu, yang tidak termasuk dalam tipe tanaman atau hewan akan tidak tepat apabila disandingkan dengan kata pembudidayaan. Misalnya, pembudidayaan rayon, kata rayon termasuk jenis yang tidak dapat dibudayakan. Oleh karena itu, unsur isasi pada kata rayonisasi lebih tepat diganti dengan imbuhan pe-…-an sehingga pembentukannya menjadi perayonan,yang berarti ‘hal merayonkan’ atau ‘membuat jadi rayon-rayon’.

Dengan menggunakan kekayaan bahasa kita, untuk menggantikan unsur-unsur bahasa asing, berarti kita pun telah menanamkan kecintaan terhadap bahasa sendiri. Semoga!

---
Oleh: Harianto. Pontianak Post: 29 Januari 2006
Penulis adalah peneliti di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat. Untuk informasi kebahasaan dan kesastraan, hubungi: Balai Bahasa Kalimantan Barat. Telepon 0561-583839, faksimile 0561-761094, pos-el balaibahasakalbar@yahoo.com.

No comments: