Saturday, 29 November 2008

Vampire

PENGISAP darah yang dibicarakan ini namanya Desmodus rotundus, masuk dalam keluarga kelelawar. Ketika menggigit mangsa dan kemudian mengisap darahnya, kelelawar ini ternyata mengeluarkan senyawa tertentu. Fungsinya menjaga darah yang diisap tetap encer.

Seperti diketahui, darah punya kemampuan cepat membeku, sehingga saat terjadi luka-misalnya luka gigit atau terpotong pisau-bisa segera menutup agar penderitanya tidak kehabisan darah.

Dalam kasus kelelawar pengisap darah, senyawa itu keluar bersama ludah kelelawar sehingga luka gigitan tetap terbuka sampai si kelelawar kenyang. Menurut ilmuwan Australia seperti yang dikutip BBC News, senyawa pencair darah tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengobatan stroke.

Senyawa itu dinamai Desmodus rotundus Salivary Plasminogen Activator (DSPA). "Cara kerjanya mirip tissue plasminogen activator (TPA), obat untuk melarutkan penggumpalan darah yang selama ini digunakan untuk mengatasi pasien stroke maupun serangan jantung di berbagai negara," papar Robert Metcalf, salah satu peneliti dari bagian kedokteran Universitas Monash di Victoria, Australia.

Tes pada tikus menunjukkan, obat ini aman digunakan hingga sembilan jam setelah terjadinya stroke karena risikonya rendah terhadap kemungkinan kerusakan sel-sel otak. Sementara tissue plasminogen activator dianjurkan diberikan pada pasien hingga tiga jam setelah stroke muncul. Lebih dari itu, obat ini berpotensi mengakibatkan kerusakan sel otak.

Para ilmuwan mengujinya dengan cara menyuntikkan DSPA dan TPA ke otak tikus dan kemudian mengamati daya tahan sel-sel otak terhadap keduanya. Dengan DSPA otak tikus terbukti lebih rendah kerusakannya dalam jangka panjang. Namun, menurut Larry Goldstein dari American Stroke Association Advisory Committee, dari percobaan ini sampai aplikasinya masih membutuhkan jalan panjang. Pasalnya, studi yang sudah berlangsung baru dilakukan pada tikus yang tidak terkena stroke dan hanya difokuskan pada dampak racunnya.

Karena itu, kini para ilmuwan telah merancang penelitian jangka panjang untuk memanfaatkan DSPA bagi manusia. Uji klinik bahkan telah disiapkan untuk dilaksanakan di Eropa, Asia, dan Australia.

"DSPA sungguh potensial. Ini akan menjadi terobosan dalam menyelamatkan kualitas hidup manusia karena 80 persen stroke di Inggris misalnya, disebabkan oleh penggumpalan darah," kata Direktur The Stroke Association Eoin Redahan.

Tukang Gigit" Musuh Para Peternak

Di Amerika Latin yang menjadi kawasan distribusi utama kelelawar pengisap darah Desmodus rotundus, tukang gigit ini menjadi musuh para peternak. Sebenarnya sama seperti gigitan nyamuk, ternak yang diisap darahnya akan tetap sehat kalau kelelawarnya tak bermasalah. Tetapi begitu kelelawar ini membawa virus, rabies misalnya, hancurlah industri peternakan. Ini sama saja halnya dengan nyamuk yang menularkan demam berdarah, malaria, atau chikungunya.

Hasil penelitian menunjukkan, penularan rabies terutama berasal dari mulut kelelawar. Salah satu strain rabies yang ditularkan adalah CASS-88. Yang lebih gawat, kalau kuda, sapi, dan binatang liar yang diisap tidak ada, kelelawar ini juga menyerang manusia.

Proses pengisapan darah yang jadi sumber makanan utamanya melalui empat cara. Memilih binatang korban, membasahi kawasan yang akan diisap dengan ludah, mencabuti bulu tempat yang akan digigit, baru kemudian menggigit dan mengisap darah korban.

Dilihat dari penampilannya, Desmodus rotundus terlihat imut-imut. Kelelawar tak berekor ini punya telinga yang menonjol, jari jempol yang menonjol, serta 20 buah gigi. Ukurannya memang mungil, panjang dewasa 6,75-8,75 cm dan beratnya 14-51 gr. Ia bisa bertahan hidup selama sembilan tahun dan bahkan 19 tahun di penangkaran.

Karena binatang ini hidup di gua-gua, lubang pohon, sumur tua, bekas pertambangan, sampai gedung telantar, maka para peternak biasanya berusaha berusaha menutup tempat-tempat semacam itu agar tak menjadi sarangnya. (nes)
--
Kompas,
Jumat, 14 Maret 2003

3 comments:

Beno said...

Jangan-jangan ... yang memindah tulisan termasuk ''vampire'' ya. Hidup saat malam tiba. Atau lampor ?

Nasih said...

tidak diragukan lagi ...

Ties. Setyaningsih said...

Welah dalah cen orang wonogiri ki jan sekti-sekti mondroguno tenan
Dapat memberikan kontribusi kepada negeri ini.