Friday, 7 November 2008

Wonogiri

tersaruk-saruk
kaki di tepi
kota-kota dunia
terantuk kata
sunyi
dan wajah pucat
seringkali
langit begitu
kering
tiba-tiba,
kepala kembali
ke kota masa kecil
beserta
segebung sayang
dan kepahitan
teramat manis

Semarang, 7 November 2008

2 comments:

Nasih said...

:: original taste ::

puisi yang puitis karena diolah dari sediaan pengalaman pribadi dengan bumbu rasa secukupnya

Bambang Supriyadi said...

Wah Ben akhirnya terobati juga kangenku baca puisimu kembali. ditunggu yang lainnya ya. Ma kasih