Tuesday, 25 November 2008

Yang menarik dari Blog kita

Blog ini semakin menarik karena mulai turun gunungnya para pendekar asli wonogiri, kayak Eko Harry, Patrem dan jeng Mincuk (Salut berat buat para provokator). Mengamati blog kita ini, yang paling menarik menurutku bukan hanya pada posting utamanya tapi terutama pada komentar-komentarnya. Kenapa ? karena kayaknya bahasanya jadi lebih natural dan gak terlalu bikin dahi mengkerut. Bahasanya tahid, nasih, beno dan teman lain di situ kayaknya membuatku lebih nyaman , karena terkesan membawa nuansa nostalgik(basa apa maneh iki...). Posting tentang beberapa proyek mercusuar yang direncanakan menurutku kayaknya harus diolah agar lebih membumi dengan mencoba melihat juga teman-teman kita yang tidak terlalu beruntung dalam hidupnya. Konsep dasar komunitas kita ini menurutku lebih nyaman kalau berdasar konsep reuni yang nyemedulur (karepku kita ini semuanya saudara seperguruan yang dipertemukan untuk saling menopang sebagai saudara). Jadi selepas acara formal reuni, paseduluran itu tetap bisa terjalin, sokur bage konsep besanan itu bisa ditindaklanjuti (he..he..he...) . Di sisi lain ada beberapa teman kita yang menurutku layak untuk kita bantu dalam berbagai bentuk yang bisa kita rumuskan bersama. Perlu untuk difikirkan bahwa embrio dari komunitas ini adalah adanya rasa kangen terhadap sebuah paseduluran tanpa grade , di mana kita bisa saling berbagi tanpa adanya suatu batasan formalitas. Jadi menurutku perlu untuk dikerucutken tentang tindak lanjut berbagai ide itu dan dengan begitu kayak apa nanti gambaran reuni yang kita mo adakan menjadi menarik untuk dipercakapkan. Kalo urusan kayak gini, Beno dan Nasih biasanya yang punya bisa...

5 comments:

Nasih said...

Burung bangau terbang tinggi, kembali ke kubangan juga ...
Sekolah tinggi-tinggi itu kalau ndak untuk di sumbangkan kembali ke tanah leluhur njuk piye coba ?
Tapi orang Jawa bilang kudu ana tembunge.
OKI tahap pertama kita ya membikin semua teman mengeluarkan sendiri tembungnya itu. Nah perkara folow up. Tugas bersama kita. Ya to.

Susilo said...

Siapa menabur angin akan menuai badai. Siapa menabur ide harus bertanggung jawab(he..he..he...).
Layar sudah terkembang pantang untuk surut ke belakang (bukan begitu pakdhe...?).

Admin said...

yen wis ngrasake kepenak melebu blog, pasti kepengin ndekem ayooo....

mujtahid said...

Setuju Sus, semacam "program peduli sesama" saya kira perlu dirumuskan dengan lebih fokus, terutama untuk teman2 seperguruan yang menurutmu "kurang beruntung". Syaratnya satu saja, "nyemedulur" dulu sehingga semuanya jadi enak kalau kita sudah merasa sebagai "sedulur dewe".
Angan2 dan cita2 tinggi boleh, tapi lingkungan terdekat kita (teman2 seperguruan) jangan dilupakan.

mujtahid said...

Iyo ... thik.
Walah Sus aku krungu imbuhan pemanis "thik" ora mesti setahun pisan.