Tuesday, 9 December 2008

Mengenali Emosi Diri

Seringkali kita merasakan suatu luapan perasaan yang muncul dalam diri kita yang lebih dikenal dengan sebutan emosi, namun seringkali pula kita lupa untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan.
Ada baiknya bila setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus tetap dapat mengendalikan diri agar dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.
Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua...

14 comments:

Nasih said...

sulit rasanya membayangkan manusia hidup tanpa emosi ... dingin sedingin salju.

Beno said...

Mangsud Mas Anto adalah emongsi nyang tak terkendali atawa nyang meledak-ledak kayak mercon bantingan.
Jadi, emongsi tetep diperluken asal terkendali dan disesuaiken dengen situasi dan kondite ehhh kondisi, gitu loooo ......

A N T O said...

Btw hr minggu aq jd melayat Ibunya Iduk tp ga ketemu dg Iduk hanya ketemu dg p. H. Narwoto dan Sokeh. Titipan bela sungkawa dr tmn2 aku sampaikan melalui Sokeh

A N T O said...

Yap memang bnr spt yang Mas Beno mksdkan

Nasih said...

memang sebaiknya emosi disalurkan ...
jangan ditahan-tahan nanti meledak

Nasih said...

wah tapi kalau ketemu menus tanpa ekspresi emosi ... hi tanpa kehangatan
atau datar-datar saja ibarat sayur tanpa garam ... hambar kan

Mincuk said...

Benee..r banget,emosi tetap harus kita salurkan, walaupun berliku-liku jalannya. biar tidak menjadi sampah dalam badan...

Mincuk said...

Mas Anto anakku yang nomor dua tadi cerita, aku kok sering lihat orang yang fotonya di Blog 81 ya ? aku terus bilang eh.... kenalkan itu namanya om Anto ( biar agak muda begitu.... . Dia sering bareng naik Bis dengan panjenengan.( Sekolah di SMA 1 SKH )

A N T O said...

Yg dari perut ke atas boleh agak tua tapi yg lain2 mmg masih tetap muda kok berkat mnm jamu awet muda. Walah..., mudah2an putera Mbak Mincuk tdk melihat siapa yang sering duduk di sebelahku wkt di dalam bis dan tdk melihat apa yang kulakukan. Terima kasih Mbak atas infonya berarti mulai besok aku mesti agak hati2 sampai lepas dr Sukoharjo. He...3

Beno said...

Gimana nyalurin emosinya ? Ninju tembok ? Maki-maki pagar ? Gulat ...... ?
Hooi, Mas Anto, ketahuan ya sukanya .......... di bus. Putranya bak min disuap aja, biar nggak cerita ke mamanya huahahahahahaha .......

Mincuk said...

Dia kalau komentar pasti bilang , ah... temannya mama sama aja dengan mama... lihat yang lain pasti asyiii... k sendiri ( beneee....r kataku )

Beno said...

Benar pepatah bilang: rumput tetangga lebih rimbun dan hijau (apalagi kalau pakai kacamata warna hijau).

Mincuk said...

aku tadi sudah dapat no hp nya YB, tapi aku sms belum ada balasan.. dia sekarang sudah pindah kerja juga, kayaknya sekarang bareng dengan umiyarti.

Beno said...

Terima kasih. Saya sudah rindu pada salah satu anggota ''Laskar Pelangi'' ala Nogiri itu. Terakhir ketemu sekitar tahun 1988 di Giri Jaya Theatre almarhum. Sudah lama banget ya ....