Wednesday, 10 December 2008

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Lirik dan Lagu : Sartono

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

6 comments:

Mincuk said...

Kadang aku malu sendiri jika dikatakan seperti itu, ku lihat teman-2 ku masih banyak yang datang saat ada jam mengajar saja, bahkan pulang dan datang tidak tepat waktu. Hal inipun dari keluargaku sendiri... suami dan anakku yang mulai magang di DJP Kanwil wilayah II di solo sering berdebad dng ku,jangan ditiru guru yang seperti itu.... nanti rejekinya kurang berkah... (betul juga ya.... ), tapi bu.Mincuk kan lain dengan yg lain, doakan aja ... biar menjadi pendidik yang sukses kataku.

Beno said...

Mas, para guru sudah protes soal kata-kata tanpa tanda jasa itu lho !
Mereka tidak butuh tanda jasa, katanya.
Lebih butuh kesejahteraan yang hingga kini masih menjadi impian sebagian besar di antara mereka.

Nasih said...

iya betul, guru semakin langka, yang kebanyakan adalah tukang guru ...
menurutku memang itu lirik pasemon, mana ada sih guru yang mau "tanpa tanda jasa"

Beno said...

Lohh, memangnya ada guru yang cuma tukang seperti tukang kayu, tukang las, tukang kulak warta, ...... ?
Bukankah sekarang ada sertifikasi yang mencerminkan guru adalah profesi berstandar ?

Mincuk said...

yaah, dengan adanya sertiikasi guru sepertinya menjanjikan, ya itu tadi kalau kerjanya asal-asalan tanpa peningkatan sama aja bohong.Aku tahun ini baru lulus sertifikasi, mudah-2 an benar adanya, kan lumayan untuk jajan jika kita kumpul. (menurut teman-2 bagaimana untuk membangkitkan semangat yang ceria selalu )

Susilo said...

sementara no comment lah...