Monday, 8 December 2008

Resolusi Akhir Tahun: Mode atau Perlu ?


DI pengujung tahun seperti sekarang biasanya orang beramai-ramai membuat resolusi atau semacam rencana langkah dan upaya yang akan ditempuh pada tahun depan. Ada yang ingin sekolah lagi, naik karier, resign atau pindah pekerjaan, menikah dengan pacar, membeli mobil dan rumah, dsb dsb.
Resolusi tahun depan itu sudah menjadi mode di kalangan eksekutif. Mereka saling pamer untuk menunjukkan bahwa masing-masing punya rencana bagi kehidupannya untuk setahun ke depan. Persoalannya adalah resolusi itu sering hanya menjadi sekadar catatan tanpa realisasi yang jelas.
Beberapa teman bahkan sudah lupa atas sekian rencana yang dia tuliskan dan umumkan sebagai resolusi ketika tahun baru menginjak awal. Mereka tak lagi peduli, apakah rencana-rencana tersebut dijalankan atau tidak.
Merencanakan yang lebih baik untuk setahun ke depan sah-sah saja, bahkan sangat dianjurkan karena segala sesuatu butuh perencanaan agar tercapai. Kita tentu tak bisa mengharapkan semua berlangsung tanpa rencana, bahkan yang paling sederhana sekalipun.
Resolusi akhir tahun atau apapun istilahnya sangat baik dilakukan, termasuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan setahun di belakang. Kita butuh acuan untuk mengejar tujuan-tujuan hidup pada masa mendatang.
Jadi, janganlah resolusi hanya menjadi mode atau gagah-gagahan, tetapi perlu dibiasakan sebagai cara mengelola hidup setahap demi setahap. Bisa dibayangkan, bagaimana hidup tanpa rencana. Tahu-tahu semua berlalu begitu saja tanpa kemajuan berarti.
Saya sering terkaget-kaget karena waktu begitu cepat berlalu. Perasaan Januari baru kemarin, tiba-tiba sekarang sudah mau Januari lagi. Resolusi saya setahun ke depan sederhana saja: melakukan yang lebih baik dari tahun 2008.

2 comments:

Nasih said...

saya pengin menulis dan menulis seperti sekarang ... maksudnya saya akan memelihara keinginan itu terus menerus agar tak padam.

Beno said...

Endi tulisanmu ? Tak tunggu lho !!