Tuesday, 23 December 2008

Sepatu membangun nasionalisme


"Jadi mulai besok anda, para pengusaha pakai sepatu dalam negeri," kata Wapres saat menutup Munas V Kadin di Jakarta.

Menurut Wapres, jika semua pengusaha Kadin memelopori penggunaan sepatu dalam negeri, tentu akan dahsyat hasilnya. Industri sepatu dan turunannya pasti akan berkembang pesat.

Wapres mencontohkan ketika dimulainya gerakan lepas jas dengan beralih mengenakan kemeja batik, orang pesimis.

"Sekarang kita berhasil tidak mengenakan jas, karena saya dan Presiden Yudhoyono kenakan terus batik," kata Wapres.

Karena itu, Wapres menantang kepada para pengusaha untuk segera memulai gunakan produk dalam negeri. Wapres tidak ingin mendengar lagi pengusaha meminta insentif pajak dan sebagainya.

"Pokoknya mulai besok kita saling periksa sepatunya. Jadi nanti kalau datang ke kantor Wapres saya akan periksa sepatunya dulu," kata Wapres yang disambut tawa.

Menurut Wapres, gerakan pakai sepatu produk dalam negeri penting dilakukan untuk menumbuhkan dan memperkuat ekonomi dalam negeri.

Dalam krisis global, katanya, yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan daya beli dalam negeri. Salah satunya melalui gerakan penggunaan produk dalam negeri.

Namun, ngomong-ngomong sepatu Wapres masih produk luar negeri atau tidak.

Tidak tanggung-tanggung, saat keluar menuju mobil Wapres bersama Meneg LH Rahmat Witoelar, Ketum Apindo Sofyan Wanandi, Menperin Fahmi Idris dan Kepala BKPM M Lutfie, tiba-tiba Wapres mencopot sepatunya dan langsung diperlihatkan.

Rahmad Witoelarpun langsung menyambar sepatu Wapres. Sambil membolak-balikkan sepatu Wapres, Rahmad bersama Sofyan Wanandi geleng-geleng.

"Wah ini sih bener. Sepatu Cibaduyut (Bandung). Bener," kata Rahmad Witoelar serius dan diulang lagi ketika ditanya wartawan.

"Sungguh saya tidak bohong, sepatu Cibaduyut," kata Rahmad.

---
N: Sikap pemimpin yang perlu dicontoh

3 comments:

Beno said...

Lebih nasionalis lagi kalau nggak usah pakai sepatu. Pakai sandal jepit atau malah nyokor sekalian, biar seperti kebanyakan rahayat kita.

mujtahid said...

Aku yo baru merasakan punya Wapres yang berfungsi ki yo lagi saiki. Dari dulu jaman Orde Baru sampai Hamzah Haz mung duduk manis ngentekke duit ... ra ono fungsine. Hidup JK

Beno said...

Sayang, wapres sing sakiki ''cangkire'' rodo mbleweh ..........