Tuesday, 30 December 2008

Terompet dari Bulukerto


MENJELANG tahun baru jalan-jalan di pusat Kota Semarang, terutama kawasan Simpanglima dipenuhi pedagang terompet. Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, Jalan A Yani, dan beberapa di antaranya mencoba peruntungan ke wilayah pinggiran.
Kalau ditanya, hampir semua pedagang perkakas untuk menyambut tahun baru itu menjawab: dari Wonogiri, Mas. Setelah dikejar akhirnya ketemu Bulukerto dan sekitarnya. Sejak bertahun-tahun yang lalu itulah jawabannya mereka.
Saya tidak pasti, benar atau tidak. Tetapi menurut penuturan seorang teman asal kecamatan di sebelah timur laut pusat kota Wonogiri itu, memang di situlah pusat perajin terompet. Pedagangnya bisa saja dari Sukoharjo, Klaten, atau daerah lainnya.
Awalnya, agak terganggu juga. Apalagi beberapa teman suka meledek: kamu tuh pantesnya pulang saja, jadi juragan terompet ! Namun lama-lama kebal, bahkan diam-diam merasa bangga atas keuletan pedagang terompet itu.
Dulu, para penjual jamu gendong di berbagai daerah di Tanah Air identik dengan Wonogiri. Demikian pula padagang bakso, meski kemudian berbagi dengan kabupaten tetangga, Sukoharjo.
Apapun, semangat merantau dan wirausaha mereka patut dihargai dan dipuji.
Jadi, kalau sekarang masih ada yang meledek, saya akan bilang: orang-orang itu bisa menjadi contoh ! Saya tidak merasa malu, tetapi justru berbangga. Saya ingin mencontoh semangat mereka yang luar biasa .........

9 comments:

Nasih said...

di Yogya juga begitu, penjual terompet memang berasal dari Wonogiri (Bulukerto) ...

Mincuk said...

Dimanapun kita berada pasti ada orang wonogiri, lumayan lo..., jika beli sesuatu kita tidak sungkan tawar menawar harga. Cethone... wong Nogiri iku ulet-2 makaryone.

Nasih said...

sing nguripi Nogiri, luwih ulet maneh ya ..

jagoanulis said...

Saking alote, untune protol kabeh .......

Nasih said...

dugaan saya di wonogiri tidak dijual terompet wonogiri, karena semua sudah dibawa keluar dari wonogiri ...

Bambang Supriyadi said...

Tapi bener kok, dimana-mana ketemu saja orang Wonogiri. Baru saja di Bali ada kecelakaan, ada orang terseret ombak eh ternyata orang wonogiri. Di Bali saya sudah banyak nemu Bakso Wonogiri dan mereka sukses. Emang orang wonogiri terkenal ulet dan tidak pantang menyerah.

Beno said...

Ada lagi, orang asli Nogiri sekarang jadi manajer HRD sebuah perusahaan berafiliasi pemodal asing di Bali. Tak kenalin apa ......

Bambang Supriyadi said...

Boleh Ben, siapa tahujadi temen baru he...he.....

Beno said...

Wuahahahahaha ....... Eh ngomong-omong (yang ini serius), kakak ipar saya saat ini golek ijazah S-3di Unud. Dia dosen Sastra Undip asal Pati, mungkin nanti bisa dicari.