Saturday, 10 January 2009

Kanker, Begitu Dekat Begitu Mengancam

KEMUNCULAN penyakit kanker sekitar 70%-90% dipengaruhi oleh faktor lingkungan, antara lain makanan yang kita santap. Zat pemicunya atau disebut karsinogen contohnya aflatoksin (racun dalam kacang-kacangan), pemanis buatan (aspartam), minuman fluorisasi, pestisida dalam sayur dan buah, serta zat pewarna yang tidak aman.
Pemicu kanker dalam makanan bisa muncul akibat proses pengolahan atau pemasakan. Di antaranya hidrokarbon dari pembakaran yang berlebihan serta heterosiklikamin dari pengolahan daging melalui suhu ekstratinggi.
Barangkali kita tak pernah menyadari, atau bahkan kurang peduli bahwa pemicu kanker tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Aflatoksin, misalnya, bisa mencemari tempe atau kecap yang sama-sama berbahan baku kedelai. Hidrokarbon terdapat pada bagian gosong sate. Heterosiklikamin ditemukan pada makanan siap saji yang pembuatannya melibatkan penggorengan suhu ekstratinggi, di antaranya ayam dan kentang goreng.
Bahan pemanis, pewarna, dan pengawet yang bisa memicu kanker biasa ditemukan pada makanan instan dan makanan ringan. Makanan itu gampang kita jumpai di warung-warung dan merangsang anak-anak untuk mengonsumsi. Apalagi kemasannya menarik, harga terjangkau oleh masyarakat, serta didukung iklan secara masif di berbagai media.
Semestinya, lembaga-lembaga terkait antara lain Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi secara ketat makanan dan minuman yang beredar di pasaran, terutama yang menggunakan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Di samping itu, perlu meneliti makanan atau minuman yang dicurigai sebagai pemicu kanker.
Mi instan dicurigai sebagai salah satu pemicu kanker karena sebagian besar penderita kanker nesofaring ternyata sehari-hari mengonsumsi pangan itu. Namun hingga kini tetap bebas beredar akibat belum ada bukti ilmiah yang menguatkan kecurigaan atau dugaan itu.
Untuk menghindari itu semua tak ada jalan lain kecuali waspada dan menghindari makanan atau minuman yang dicurigai sebagai pemicu kanker, serta mengonsumsi pangan yang bervariasi. Pangan segar sangat dianjurkan, sedangkan yang bersifat instan dan penuh bahan tambahan sebaiknya dikurangi. Makan sate, mi instan, atau ayam goreng dan kentang goreng siap saji boleh saja, tetapi tidak setiap hari !
Catatan: plotro ilustrasi ndhuwur kuwi anake sopo yo, kok ketoke kreatif ....... lan nggragas tenan hehehehehehehehe........

2 comments:

Nasih said...

Kanker itu mematikan namun juga menghidupi ...

Beno said...

Maksudnya, menghidupi ahli onkologi dan industri obat ?!