Sunday, 18 January 2009

Dimensi Sakit

Pengalaman sekolah dua hari di RS kemarin, mengajarkan
1. Tubuh fisik biologis punya batas untuk menerima beban, lewat itu sakit, luka atau disfungsi
2. Sakit karena merasa sakit (psikosomatik), itu lebih parah dampaknya ketimbang sakit fisik beneran
3. Sakit merupakan persiapan menjelang ngajal, kalau kita belum siap betul, kejadian itu sangat menakutkan.
4. Kesempatan hidup yang masih diberikan, mari kita hias sebaik-baiknya.

7 comments:

Susilo said...

pelajarannya sakitpun bisa menjadikan kita lebih bijak memandang hidup...

Nasih said...

iya Pak Guru ...
di mata seorang murid, apapun itu menjadi bahan pelajaran

Beno said...

Yen pengin dadi bijak, opo perlu dibikin loro dhisik yo ...........

Mincuk said...

ya jangan dibikin sakit to...? aku itu tidak dapat membayangkan jika sakit, takut... berdoa selalu agar diberi kesehatan dan keselamatan, karena menikmati hidup keduanya sangat berarti...( betul nggak ya?)

Beno said...

Mbak, Mas Patrem kok kayaknya serius sakitnya. Sakit apa to ? Dirawat di RS mana ?

Nasih said...

doa bersama yuk, agar yang lagi sakit tetap sabar dan ikhlas menerima sakitnya dan semoga lekas sembuh ....

Bambang Supriyadi said...

Wah kok sakitnya pada barengan, saya barusan tilp Patrem, baru operasi hari Sabtu kemarin, usus buntu tapi sudah pecah. Bersyukur banget tidak terlambat operasinya. Sekarang masih dirawat di rumah sakit dr. Muwardi. Kita doakan bersama semoga lekas sembuh.