Thursday, 29 January 2009

Malam Ini (4)

MAMPIR di Biro Kota Jalan Pandanaran 30, seberang pusat oleh-oleh khas Semarang. Menjelang pukul 21.00 cuma ada beberapa rekan reporter.
Seharian aku merasa terganggu oleh iklan Partai Demokrat dan PDI-P di media. Saling klaim dan saling serang. Para pemburu kekuasaan hanya memikirkan bagaimana mencari jalan ke kekuasaan. Rakyat cukup jadi pelengkap penderita alias gedibal !
Menyedihkan, bagaimana salah satu partai politik tega mengklaim '' sukses'' menurunkan harga BBM tiga kali dalam waktu berdekatan ? Bukankah logikanya harga minyak dunia turun ya sudah semestinya harga BBM di negeri ini juga turun.
Partai lain bekoar soal sembilan bahan pokok murah, tanpa menjelaskan bagaimana cara membuat harga menjadi ''murah''.
Sungguh menggelikan. Orang berlomba-lomba menjadi pemimpin tetapi hampir semua tak bisa memimpin dirinya sendiri.
Tak mengherankan kalau ada usulan agar MUI memberi fatwa bahwa golput itu ''haram'', dan akhirnya memang diluluskan meski diembel-embeli keterangan halus.

4 comments:

Nasih said...

Apa betul semangkin banyak ngomong, ketahuan boong ya ?
Namanya juga partai DEMO, ya harus pinter menonjolkan diri dan menonjok ... emang itu modal dasarnya.

Beno said...

Hehehe .... semangkin kelihatan gobloknya itu partai-partai, yang pintar tetep rahayat ! Ayo kita kerjain mereka, biar nyahoooo ho !!

mujtahid said...

Emang bikin neg ... hoek ... hoek ...
Tapi, tak pikir2, kalau kita sebel (sebelnya sampai pooolll), ya kita2 sendiri yang rugi, la wong mereka udah kebal dan rai tembok kok, dikira masih banyak yang menyanjung-nyanjung, yang sebel2 kayak kita dianggap hanya segelintir orang. Dikira iri mau jadi caleg ... amit-amit!
Terus kalau mau ngerjain mereka, gimana dong caranya!

Beno said...

Golput abis !! Golput kita jadikan gerakan nasional sampai ke kampung-kampung, tapi ...... siap-siap ditangkap pak ponglingsing !!