Friday, 9 January 2009

mencari guano

Sesuai petunjuk eyang Beno, bahwa ilmu itu di ujung jari, akhirnya pengembaraan ini sampai juga ke ujung dunia dimana sejarah guano berasal. Saya membayangkan kita masih memiliki banyak gua terutama di kawasan karst, maka tentunya kita dapat membikin guano yang banyak pula asalkan usaha menanam sejuta pohon buah untuk pakan sang kelelawar tumbuh lebat dan berbuah. Nah akhir cerita nanti dapat ditebak, kemandirian pupuk untuk petani akan dapat diwujudkan.
Saya mimpi lagi ?
Memang demikianlah, udara dingin beberapa hari terakhir ini, membuatku terlalu banyak makan angin. Badan sedikit menggigil selagi kumkum. Dan itu membuat lebih sakti.

2 comments:

Beno said...

Pesan Eyang Beno: syukurlah kalau kini menjadi semangkin sakti (asal jangan jadi Setiawan ''Kenang'' Purnomo Sakti saja hehehehehe).
Mangsih ditunggu realisasi nulisnya secara penuh, baik mengenai pupuk guano maupun yang lain. Soal urine sapi untuk pupuk sebagaimana dimuat di Kompas itu juga menarik lho !

Beno said...

Sungguh hebat kalau program penanaman berjuta-juta pohon yang memecahkan rekor dunia itu dipadukan dengan produksi guano secara besar-besaran, terutama di kawasan karst. Wonogiri berpotensi menjadi produsen pupuk alami terbesar, dan tak perlu rekor-rekor lagi tapi langsung nyata hasilnya. Setuju ?