Tuesday, 13 January 2009

TECHNOLOGI IKHLAS MENGEMBALIKAN KESEMPURNAAN MANUSIA


Sempurna adalah hak manusia. Sayang, kita sendiri telah melupakannya sehingga kian jauh dari Tuhan.

Teknologi Ikhlas mengembalikan hak tersebut agar kita.kembali menjadi manusia sempurna.

Semua orang tahu, Tuhan — melalui berbagai kitab suci — menyatakan bahwa manusia adalah makhluk ciptaannya yang paling sempurna. Di dalam Al Quran surat Al Isra ayat 70, misalnya, Dia menegaskan bahwa “… dan Kami telah lebihkan mereka di antara makhluk-makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Selain itu, dalam Kitab Bhagavad Gita, Sang Khalik juga menandaskan bahwa manusia …“ telah dibersihkan jiwanya dari segala ketidaksempurnaan, ia telah dapat menghancurkan segala rasa ragu, ia dapat mengontrol jiwa dan akan mengalami ketenteraman selamanya.

Dengan kata lain, sempurna adalah fitrah kita sebagai manusia. Sempurna, adalah ‘hak’ kita. Harusnya, tentu saja, kita - sebagai manusia ciptaan-Nya - percaya akan hal itu. Anehnya, kita merasa sebaliknya. Kita selalu merasa punya banyak kekurangan: kurang bahagia, kurang sukses, kurang sehat, kurang kaya, kurang khusuk dalam beribadah, dan lain sebagainya. Kekurangan yang tentu saja membuat kesempurnaan kita sebagai manusia tereduksi.

Beberapa perasaan kekurangan itu akhirnya memunculkan NAFSU (sifat yang jauh lebih rendah) yang mendorong manusia untuk bertindak tidak semestinya. Merasa kurang bahagia adalah alasan manusia untuk berselingkuh, mabuk, mencoba narkoba dsb. Merasa kurang sukses mensahkan manusia berbuat bohong, menipu, licik dsb. Merasa kurang kaya membuat manusia mencuri dan korupsi dsb.

Mengapa manusia menjadi seperti itu? Mengapa manusia semakin menjauh dari fitrah nya? Menurut pakar self developmetit penemu “Teknologi Ikhlas”, Erbe Sentanu, semua itu terjadi karena berbagai prasangka dan pikiran negatif yang dari waktu ke waktu tanpa disadari merasuk ke dalam hati kita. “Inilah yang menyebabkan manusia berangsur-angsur lupa (tidak yakin atau tidak percaya lagi) akan sifat kesempurnaan (kebaikan/kelebihan/keunggulan potensi) dirinya. Apalagi kenyataan justru mcnunjukkan bukti dari berbagai pikiran negatif tersebut, sehingga manusia lebih yakin akan ketidaksempurnaannya,”.

Kita tentu masih ingat bagaimana dari waktu ke waktu kita dicekoki dengan paham ‘Wanita itu kaum lemah”, “hidup itu sulit”, “menikah itu berat”, “hantu itu menyeramkan ”, dan sebagainya. Pemahaman-pemahaman tersebut, mengendap ke dalam pikiran bawah sadar, dan lama-lama benar-benar mewujud ke dalam pengalaman hidup kita.

Teknologi Ikhlas

Untuk mengembalikan fitrah kita sebagai makhluk paling sempurna tersebut, dalam Teknologi Iklhlas. “Manusia tak perlu disempurnakan, karena kesempurnaan sudah ada dan selalu akan menjadi milik manusia selamanya. Yang perlu dilakukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidak-sempurnaan yang sudah terprogram di dalam hati atau bawah sadar kita. Maka secara otomatis lambat laun kita kembali merasa dan mulai menikmati kehidupan surgawi yang penuh dengan kesempurnaan.

Ikhlas adalah kompetensi tertinggi manusia yang dipedomankan oleh Tuhan agar dimiliki setiap manusia yang berkeinginan untuk berhasil meraih kesuksesan puncak, kesehatan optimal, dan kebahagiaan tertinggi lahir batin, dunia-akhirat - dengan mudah. Sedangkan ‘teknologi’ adalah aplikasi praktis penerapan ilmu pengetahuan untuk memudahkan berbagai tugas kehidupan manusia sehari-hari.

Dan seperti semua teknologi, Teknologi Ikhlas juga bersifat otomatis. .Anda perlu mempercayainya untuk mcmperoleh manfaatnya. Seperti Anda tidak perlu ragu pada kinerja handphone ketika Anda akan mengirim sms; cukup lakukan prosedurnya dengan benar dan klik send.

Jadi, dengan menerapkan prosedur teknologi ini dengan benar, apa pun keinginan atau doa Anda dapat Anda raih dengan jauh lebih mudah. Jika Anda masih belum mendapatkan yang Anda inginkan berarti Anda hanya perlu menyempurnakan prosedur keikhlasan tersebut di dalam pikiran dan hati Anda.

Step menuju ikhlas

Dalam Teknologi Ikhlas diperlukan dua upaya untuk mengakses keikhlasan kita di dalam hati, yaitu dengan Brainwave Management (meng-upgrade otak dan pikiran) dan Heartwave Management (meng-upgrade jantung dan perasaan).

Brainwave management diperlukan dalam mengenali dan mengatur gelombang otak untuk melakukan berbagai aktivitas sehingga bisa mencapai hasil yang maksimum. Ini merupakan jalan untuk masuk ke dalam sumber kekuatan bawah sadar sehingga kita bisa menghapus pikiran atau kebiasaan negatif yang sudah tertanam di sana.

Heartwave management diperlukan dalam mengakses jantung dan perasaan untuk membuang segala bentuk nafsu kita dan mengubahnya menjadi perasaan ikhlas. Ini pada akhirnya akan membuat proses pencapaian kesuksesan menjadi begitu sederhana, mudah, sekaligus menenteramkan.

Intinya, kita harus terampil untuk masuk ke bawah sadar kita, lalu membongkar semua program negatif yang sudah tertanam di sana. Kemudian kita juga harus menghilangkan semua keinginan, nafsu, kesombongan, dengki, amarah, dan perasaan negatif lain yang bersemayam di hati dan mengubahnya menjadi ikhlas. “Tanda-tanda ikhlas adalah kalau kita sudah bisa mengubah perasaan negatif tersebut menjadi perasaan nyaman, damai, cinta, syukur, dan bahagia,”.

Dengan teknologi iklas yang mudah untuk diaplikasikan pada semua bidang/kegiatan kehidupan ini, manusia akan secara pasti mampu mengarah kembali kepada fitrah kemuliaan dan kesempurnaannya seperti yang telah disampaikan Tuhan.


Hasil pencarian panjang

Teknologi Ikhlas adalah hasil pencarian panjang Erbe Sentanu, pendiri Katahati Institute—sebuah lembaga self development dan mind management— selama hampir 20 tahun. Teknologi ini merupakan penggabungan semua kekuatan budaya Timur dan Barat, ilmu pengetahuan yang dipelajarinya secara langsung melalui para jenius dari berbagai bidang dan latar belakang seperti Deepak Chopra, Sandy MacGregor, Brian Tracy, Sri Sri Ravi Shankar, KH Asep Syamsudin, Harry Palmer, Maharishi Mahesh Yogi, Bill Haris, Joe Vitale, John Assaraf, Wayne Dyer, Hale Dwoskin, dan lain-lain.

Teknologi ini juga merupakan paduan ilmu pengetahuan terkini seperti Neuroscience, Quantum Physics, Evolutionary Biology, Chaos Theory, Brain Science, Science of The Mind dengan tuntunan bijak falsafah hidup dan keagamaan.

Semoga membawa manfaat bagi kita semua, salam......

5 comments:

Beno said...

Mas Anto, posting panjenengan bener-bener menggugah. Betapa selama ini kita mendewakan teknologi-teknologi canggih, tetapi lupa pada ''teknologi'' yang lebih canggih bernama ''ikhlas''. Padahal apapun akan nyaho berhadapan dengan ikhlas itu.
Saya tunggu posting panjenengan lain penggugah hati yang kian membatu ini.
Matur nuwun.

A N T O said...

Iya Insya Allah Mas Beno, mugah - mudahan aku dpt inspirasi, materi dll... Btw sebenarnya aku yakin panjenengan dan teman2 yg lain juga banyak materi kok...

mujtahid said...

Betul2 meresap, pencerahan dan kebenaran bisa kita peroleh darimana saja. Teruskan mas Anto, sekali-kali jiwa kita memang perlu dicharge dengan renungan2 semacam ini

Nasih said...

satu produk yang dihasilkan dari teknologi ikhlas, adalah laksana matahari senantiasa memberi ... seperti yang dikerjakan Anto

HitmanSystem.com said...

Tulisan yang menarik. Terima kasih sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang cara mengatasi hidup yang sulit atau kompleks, silakan baca artikel When Life Sucks di blog saya. Salam kenal, sobat.

Lex dePraxis
Romantic Renaissance