Sunday, 8 February 2009

Banjir, Banjir ..........

SAYA berbohong ketika Sabtu malam teman sebangku di SD dulu bertanya: apakah Kaligawe banjir. Enteng saja saya jawab, nggaklah yaouw, wong sudah dijaga oleh biang banjir !
Tapi media elektronik Minggu pagi memberitakan bahwa Semarang banjir besar akibat hujan deras tanpa henti sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi.
Di beberapa kawasan yang selama ini langganan banjir makin tinggi genangannya. Kaligawe ? Memang aman, tetapi beberapa ruas tergenang. Antara lain di bawah jalan tol.
Jadi, agar sampai di tempat kerja saya perlu ''berjuang'' untuk melewati jalan berlubang-lubang yang tergenang dan kemacetan !
Rumah sih aman karena termasuk daerah atas atau berada di wilayah perbukitan. Tapi kalau wilayah bawah kebanjiran ya tidak bisa apa-apa.
Semarang bawah memang tak layak untuk permukiman, perkantoran, dan areal bisnis. Biaya sosialnya amat besar saat banjir seperti sekarang.
Miliaran dana untuk memperbaiki jalan, membuat polder penampung air banjir, serta tanggul-tanggul sering ''dimakan'' sang air bah.
Jadi, solusinya adalah memindah orang-orang dan segala fasilitas ke daerah atas yang masih memungkinkan, misalnya Gunungpati dan Mijen.
Tapi itu butuh perencanaan matang dan waktu tidak singkat. Masalahnya, kalau tidak cepat-cepat bisa dikejar banjir.

5 comments:

Nasih said...

lihat banjir, airnya cokelat kemerahan, bukan karena marah tetapi sebagai indikasi penggerusan massa tanah di daerah atasan terbawa menuju ke laut.
sebenarnya manusia mampu mengubah banjir menjadi aliran air jernih tenang ya tentu saja dengan taat kepada tata guna lahan, artinya lahan digunakan sesuai dengan kemampuannya secara fisik.
lha sekarang ini kan orang menggunakan lahan sak karepe dewe ...

Mincuk said...

Ketika aku bertanya suamiku di rumah, kaligawe banjir nggak Ya ? dia jawab yooo.. pasti banjir, eh sahabat SD ku bilang tidak banjir, padahal malam itu hujan deras loooo...? suamiku bilang kan sudah ada beno..., tidak banjir lagi.

Bambang Supriyadi said...

Semarang kaline banjir, jok sumelang ora dipikir, jangkrik upo sobo neng tonggo, malumpat neng tengah jogan, wis watake priyo, jare ngaku setyo, tekan ndalan selewengan e yak e...e yake... e yak e yak e yak e... Lha nek semarang banjir yo wis seko biyen... ada lagunya lagi.... siap2 perahu karet aja Ben...

Sekarang dimana-mana banjir, selain curah hujannya bener-bener tinggi juga lahan peresapan sudah semakin berkurang....

Beno said...

Sing ora nguwati yo ... jangkrik upo sobo neng tonggo kuwi, Mas. Lha tekan tonggo ketemu jangkrik tenanan sing gedhe, jrabang opo jlitheng ngono .........

mujtahid said...

Pas sobo tonggo wujude jangkrik upo, bareng wis mlebu omah dadi jangkrik genggong