Saturday, 7 February 2009

Masih tentang WAKTU (sekarang tambah RUANG)

Mungkin pernah ada yang membaca atau mendengar cerita
tentang kehebatan macam-macam orang yang sakti (tapi bukan karena namanya sakti lho ya). Yang bisa berada di dua tempat atau lebih secara bersamaan.

Nah ini masih berkaitan dengan masalah waktu terus kita tambahi sedikit tentang ruang.

Ceritanya bene ono fisikane yo, tapi ini sebetulnya masalah akal-akalane matematika juga.

Sahdan ketika menjelaskan tentang mekanika dan berbicara tentang ruang dan waktu maka kemudian cerita ini terjadi. Ini cerita saya ke para mhs-mhsi. Anyway, masih ingat kan ketika
pak Pandoyo (alm) menjelaskan tentang IPA terus bawa penggaris keliling
buat nyebleki yang nggak memperhatikan. ;). Itu waktu menjelaskan tentang koordinat cartesius yang berisi garis X-mendatar dan Y-keatas ...;) Nah itu kan kehidupan wayang kulit, berisi tentang ruang 2 dimensi, kayak kita ngurek-urek, nulis di atas kertas. Kita taruh letaknya suatu titik, garis atau gambar, tulisan sak karep kita di kertas tersebut. Kayak kita nonton film
dibioskop, layar tancap ataupun layar gelas dan layar plastik.... ;)


Nah kalau kita tambahi satu lagi garis koordinat, maka jadilah ruang 3 dimensi, ya seperti tempat kita hidup sekarang. Ada kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang.
Lor, kidul, etan, kulon, nduwur, ngisor. Pokok ojo neng ngisor gajah duduk wae, mesti penyet... ;).


Dalam koordinat ini, kita bebas bolak-balik kemana kita suka dan bisa. Lha iya tho, misalnya, Beno di Semarang meliput ke mBantul untuk membuat reportase kemudikan Anto. Terus mampir sebentar tempatnya Nasih.
Balik lagi ke Semarang mau ketemu Harjono (the red hair, saiki malah ngetrend... hahaha) tapi nggak kesampaian. Terus nyambangi alas kethu sinambi mampir tempatnya Susilo... opo mampir nang nggone Patrem.... Lha kan bisa bolak-balik sak karepe dhewe.

nah sekarang kita tambahi satu lagi koordinat baru yang namanya waktu, hebatnya digambarkan tegak lurus dengan setiap koordinat dari ruang yang ada. (ojo digambar soale ora iso..., yen digambar dibayangke sing iso tegak lurus ki cuman 3 sumbu, kalau 4 sumbu yo nganti tuwek elek ora iso. Maaf ini akal-akalannya matematika. hahahaha).

Nah inilah hebatnya sumbu kita yang satu ini. Kalau tadi dalam ruang 3dimensi kita bisa wira-wiri sak kepenak kita, ketika kita ketemu sumbu waktu ini. Blaik. Ora iso wira-wiri sak karepe dhewe. Nah letak diri kita akan selalu berubah mengikuti sumbu waktu. Kita boleh duduk termenung, tidak berpindah ruang, tempat tetapi waktu terus berubah. Artinya
posisi kita dari titik awal waktu selalu bergerak. Kalau sumbu waktu ke kanan adalah positif,
maka kita selalu bergerak ke kanan. Kita tidak bisa diam terhadap waktu. Sak upomo iso diam terhadap waktu wah, bisa-bisa pada bingung bareng-bareng, karena pada waktu bersamaan bakalan bisa ketemu Beno yang ada di Semarang, ada di mBantul Nogiri, atau di Bogor (meskipun sekarang kita bisa ketemu beno yg bukan Beno dibeberapa tempat...., khususnya di pantai utara Jakarta ;))

Lebih hebat lagi kalau bisa mengubah posisi kita ke arah kiri dari sumbu waktu... wah ini bakalan ada cerita Beno besar ketemu Beno kecil... hahahahaha...
tahid bakalan bisa menikmati film Bollywood, terus Nasih bisa mendendangkan lagu hit 80'an nya [waduh lali aku nama penyanyi yang jadi favoritnya Nasih].

nah sejatunya kan kita ini sebenarnya tidak pernah diam ya... selalu berpindah dalam koordinat ruang dan waktu kita. Hanya musti hati-hati jangan sampai berada pada titik yang sama di koordinat ruang dan waktu dengan truk gandeng. Runyam jadinya.

11 comments:

Nasih said...

kesimpulane: gerak dalam ruang bisa bolak-balik-belok bebas, gerak dalam waktu hanya satu arah ke depan saja.

pertanyaan: susah membayangkan saat kita berada di ruang nol dan di waktu nol ... atau ketika mentog di ruang tak terhingga dan di waktu tak terhingga.
Mohon dijelaskan dengan cara gamblang.

Kenang said...

hahaha makanya jangan dibayangkan.... nah kan...

Kalau waktu nol kita mungkin ya pas lahir ceprot oooeeee-oooeeee itu hahaha. dan itu sekaligus adalah titik nol ruang kita hehehehe... hayo sopo isih kelingan pas dilahirkan.... ;)

nah kalau waktu tak hingga dan ruang tak hingga yo ora ono.... ;)

wong tak hingga itu relatif kok...
misalnya uang 1000000 itu menjadi tak hingga untuk waktu kita masih anak-anak dulu, rasane melip-melip ora bakal iso nglumpukne duwit sak mono. Demikian juga 1000000 menjadi jumlah tak hingga untuk penghasilan tukang becak dalam 1 hari. Lha opo arep mbecak tekan mbulan.. hahaha.
Berapakah jarak tak hingga yo balik maneh, mlaku, numpak sepeda, sepeda motor, mobil, kapal, pesawat, pesawat ruang angkasa... tak hingga tetap merupakan sesuatu yang tidak akan pernah tercapai. Pancene iki akal-akalane menungso yo... ;)

Nasih said...

yen nol we rada dong.
nol itu tidak ada, tapi ya ada nol ya
karena dibawah itu ada minus 1, akal bisa menerima itu konsep nol

tapi sebenarnya mencapai titik nol (mutlak tidak ada secara hakiki) sulit juga lo. karena kita berada pada ke"ada"an maka membayangkan ketiadaan ya susah

yang mudah itu meletakkan nol pada suatu titik, dan itu kita anggap sebagai acuan nol (reference) karena kita bisa naik atau bisa turun

tapi kembali, membayangkan ke tak terhingga ... memang sulit
sebetulnya tak terhingga itu ada atau tidak ada to.

ya wis Nang, ketoke iku memang bidangmu.

Beno said...

Lha yen emben guru fisika mulange koyo Mas Kenang, mesti penggemar mata pelajaran kuwi tambah siji. Emben ki pelajaran siji iku koyo teror.

mujtahid said...

Yen dosen do ngomong tak rungokke wae, nambah ngelmu.
Ijik eling lagu senengane Nasih pas kos bareng nyang Terban, Nang? Esok awan sore ... etan ngomah mesti nyetel banter2 mbak Dian Pishesha :

Bara api dalam senyummu ...

Malam ini tak ingin kusendiri ...
Kucari damai bersama bayanganmu ..

Wah tak delok saka turonan sedulur lanang mesti manggut2 ethok2 sinau, sinambi ngarep2 mbok menawa Doriva metu tuku lawuh.

Beno said...

Weleh-weleh, ternyata Wong Jokja dulu ngefans berat lagunya emak-emak, a.l: .... aku masih seperti yang dulu, menunggumu, sampai akhir hidupku ..........

Nasih said...

sekarang pun ... aku masih seperti yang dulu

Kenang said...

Wah, bener itu Hit. Dian Pishesha.
Aku kuwatir yen Nasih isih ... menunggunya... hahahaha

Itu apa yang juga bernyayi ... hujan turun lagi ... itu ????
Maksudku, memehane ndang dientasi.

mujtahid said...

Yang ... hujan turun lagi
Dibawah payung hitam kuberlindung
Basah tubuh ini
Basah hati ini
Basah .. basah .. basah .. mandi madu
Ah .. ah .. ah .. menyentuh kalbu
(ra nyambung ...)
Nasih wis ra nunggu maneh, Nang .. langsung ndedepi nang Karangmalang (UNY - dulu IKIP Yogya)

Nasih said...

aku salut pada kesetiaan Tahid, dengan idola-idola masa remajanya.
pancen (mungkin ya)itu dapat membantu mengawetkan ingatan
...

Nasih said...

Hid, yen kangene tambah berat ... dolan Yogya wae, mengko tak terke renang .