Friday, 6 February 2009

Oh Nogiri, Oh Pertanian


KINI saya jadi suka agak cengeng. Terutama jika ada yang mengingatkan kampung kelahiran, Nogiri. Sebagai salah satu ''pengkhianat'' (bermukim dan ber-KTP daerah lain), prihatin benar pada perkembangan daerah yang telah ''menyusui'' dan ''membesarkan'' saya itu.
Dulu pernah ada ide Pawonsari yang menghubungkan dengan Pacitan dan Wonosari. Saya kira itu sesuatu yang akan membuat Nogiri punya link untuk mengembangkan potensinya, terutama pariwisata. Tetapi kini bahkan jalan jalur selatan pun timbul-tenggelam.
Apakah Nogiri selamanya akan tetap mandek, stagnan, bahkan terbelakang dan tertinggal ?
Kedua, saya gelisah pada potensi pertanian yang sejauh ini (mudah-mudahan saya keliru) belum tergarap secara optimal. Kira-kira komoditas apa yang bisa dikembangkan dan jadi andalan ? Mungkin perlu diintroduksi sapi atau kambing ?
Wahai ''thiwul-thiwul'' asal Nogiri yang kini bertebaran di seantero Tanah Air, perlukah kita berkontribusi, minimal pemikiran ? Tetapi kalau yang empunya saja pasif, apa mau dikata ?
Mudah-mudahan kegelisahan saya tidak benar, cuma akibat meneropong dari jauh, tidak terlibat sendiri di dalamnya.

4 comments:

Nasih said...

respon temen-temen yang bekerja di dinas (pemda)kepriye ...
gara-gara komunikasi gak nyambung Beno jadi cengeng (gulune cengeng)...

Mincuk said...

Jangan kuatir mas Beno, Pawonsari sudah berjalan lo ? hanya belum rampung, aku dengar dari teman-2 sebelah sana pembebasan tanah sudah kelar bahkan di Praci saja ke arah selatan sudah berjalan. moga-2 akan menjadi lebih meningkatkan daerah wonogiri sebelah selatan.

Beno said...

Biar Wonogiri cepat bergerak, kayaknya bupatinya kudu alumnus SMP 1 angkatan 1981. Ada nggak ya kira-kira ..... Dulu, Mas Danar sudah nyalon, sekarang perlu ditambah yang lain. Mbak Mincuk gimana ?

mujtahid said...

Nasih wae, tak dukung 100%, ben cita2ne menyejahterakan RMS (Republik Monogiri Selatan) kabul