Monday, 9 February 2009

Panjang Umur dengan Bersahabat

Dari penelitian, bersahabat bisa meningkatkan peluang hidup seseorang. Mungkin keluarga sebaiknya berperan sebagai sahabat yang mau mengerti dan berbagi.
Sebuah studi memperlihatkan bahwa sahabat berpengaruh terhadap peluang umur seseorang daripada keluarga dan kerabat. Ini adalah penelitian pertama yang membandingkan peran sahabat dan keluarga dalam mempengaruhi harapan hidup seseorang.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persahabatan yang sangat erat menolong seorang berusia lanjut (manula) hidup lebih lama. Namun tidak dibedakan hubungan antara teman dan keluarga.
Dalam kasus ini, diteliti orang-orang yang berhubungan secara personal atau melalui telepon secara rutin dengan lima atau lebih sahabatnya, dibandingkan dengan yang berhubungan dengan sedikit orang atau tidak akrab. Ternyata, setelah satu dekade ke depan, orang yang bersahabat sangat akrab memiliki peluang 22 persen lebih panjang umurnya.
Sebaliknya - ini yang aneh - ada atau tidaknya ikatan yang dekat dengan anak atau kerabat tidak berpengaruh terhadap umur. Namun demikianlah hasil studi yang melibatkan hampir 1500 orang Australia berusia di atas 70 tahun.
Alasannya tidak dijelaskan. Sahabat mungkin membantu mengatasi tekanan dan kesulitan. Mungkin juga mendorong kebiasaan hidup sehat, misalnya mengingatkan jika terdapat tanda-tanda penyakit baru, demikian perkiraan para peneliti.
"Dan sahabat mungkin menimbulkan tekanan yang lebih kecil bagi para manula daripada anak atau keluarga," kata Lynne Giles dari Flinders University di Adelaide, Australia yang terlibat dalam penelitian ini.
"Selain itu, kemungkinan hubungan yang dekat dengan sahabat menghasilkan efek fisiologis yang positif terhadap tubuhnya, dibandingkan efek negatif yang disebabkan tekanan," tambah Carlos Mendes de Leon dari Rush University Medical Center, Chicago, AS, pada editorial yang menyertai laporan tersebut dalam Jurnal Epidemiological and Community Health. (NewScientist.com/Wah)

6 comments:

mujtahid said...

Kadang2 kanca iso dadi sedulur, malah ngluwihi sedulur dewe.

Icha's Blog said...

Lama enggak ketemu bisa ngobrol lama...... Sampai lupa waktu.

Nasih said...

Ini Icha yang mana ya ... Tahid masih ingat ndak ?

Beno said...

Walah, Icha ki ''pil''-e sopo hayo, ngaku wae ..........
Dikompori Wong Jokja, Mbak Mincuk dadi terpacu nulis apik.

Nasih said...

kompor tenan ki ....

Nasih said...

terpujilah engkau ibu bapak guru ...