Thursday, 5 February 2009

Tak Mau Jadi Petani

MENGAKU berasal dari keluarga petani miskin, ketika masa kecilnya Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta Kol CZI Soepeno (52) bertekad keras tidak mau jadi petani.

Ketika orang tuanya memintanya agar kelak menjadi petani, dalam hatinya mengatakan inggah-inggih nanging mboten kepanggih. Lalu Soepeno muda pun jadi tentara. Pria kelahiran Madiun, Jatim itu lulus Akabri 1981.

Mengapa waktu kecil dia bertekad tak mau jadi petani? Menurutnya, menjadi petani cukup berat dan repot. Sebab harus tahu musim, hama, pupuk, dan lain-lain. Tapi ketika menjabat Dandim di luar Jawa dia terpaksa harus berurusan dengan petani.

’’Karena waktu itu sedang giat-giatnya program AMD (ABRI Masuk Desa),’’ ujarnya, Senin lalu (2/2), pada acara panen raya padi Kemitraan PDH-01. Sejak selepas menjabat Dandim, dia bertugas di bidang yang kebetulan tidak banyak berurusan dengan petani.

Ketika dua bulan lalu menjadi orang nomor satu di jajaran Korem 072/Pamungkas yang membawahi wilayah eks Karesidenan Kedu dan DIY, pria beranak dua itu kembali harus berurusan dengan petani. Dia pun tidak bisa main-main karena adanya program ketahanan pangan.

Maka agar tampak meyakinkan, lanjutnya, sebelum acara panen raya di lahan pertanian di Dusun Demakijo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Gamping, Sleman, dia harus banyak menyimak acara pertanian di TV. ’’Sampai-sampai kalau anak mau nonton TV harus ngalah,’’ ujarnya disambut ger hadirin.

Menurut dia, petani betul-betul memegang peranan dalam ikut menciptakan stabilitas nasional baik ekonomi, politik, keamanan maupun sosial. Dia lalu mengandaikan jika terjadi gagal panen atau petani tidak ada pasti akan muncul gangguan atau aksi penjarahan seperti tahun 1998. (Asril-70). Suara Merdeka. 04/02/09

---
N: setelah perut kenyang, barulah kepala dapat berpikir ..

10 comments:

Kenang said...

Sahdan menurut hikayat jaman digital sekarang ini. Ada 3 hal utama yang menjadi incaran (selain cari pacar.... koyo isih enom wae):
pangan, energi dan kesehatan

Lumayanlah Danremnya sudah paham betul peran petani. Cuman kapan yang namanya ketahanan pangan, ketahanan (kecukupan) energi dan kesehatan dapat menjadi bagian terintegrasi dari kebijakan pertahanan kita ?

Hankamrata semesta bukan hanya urusan militer semata... ;(

Setuju to Sih, yen Tahid setuju ketoke.... ;=)

Nasih said...

itu kayaknya tidak sulit terwujud ... kelak di orde kabinet Kenang.

"tak ada yang hilang atau berkurang, hanya berubah bentuk atau pindah tempat"

Beno said...

Tentara siji kuwi jan kewanen. Mbok ora usah ngomong tak mau jadi petani, kesannya jadi ''menghina'' dan ''merendahkan''. Opo ora iso ngomong alus yo. Dudu wong Jowo mungkin.
Itulah bukti, petani masih diidentikkan dengan pekerjaan kasar, miskin, dan marginal. Piye Mas Nasih ????

Nasih said...

pak Harto ahli pertanian, coba ingat-ingat kalau ada forum dialog dengan petani kan wasis, SBY doktor pertanian ... demikian juga jenderal yang lain. nampaknya memang profesi petani semakin diminati oleh para-para serdadu ...
atau suara petani yang dinantikan yo

Beno said...

Lha doktore pak presiden sing sakiki koyok ora ono gunane, mung kanggo gagah-gagahan ketoke. Buktine, ra ono gebrakan sektor pertanian. Bedo karo Pak Lik Harto hahahahahaha .....

mujtahid said...

La genah saiki malah arep entuk gelar Doktor HC saka ITB lo, ra ngerti wis nemokke teknologi apa.
Capres sijine tambah ra genah. Pas wawancara dek-e gencar kritik sana-sini, bareng ditakoni kiat2e untuk mensejahterakan rakyat piye, malah njawab : "Itu rahasia, kalau saya beberkan disini nanti ndak ditiru capres yang lain". Oalah mbok mbok, la mbok ngomong wae yen pancen ra duwe gagasan. Aku jan gemes tenan, betul2 pembodohan masyarakat ... justru kita kan pingin tau, gagasan2 capres kita itu apa, realistis apa ora. La itu jadi dasar kita untuk memilihnya. Oalah Gusti, paringana "duit", gek kapan awake dewe ki isa maju.

Beno said...

Piye yen Mas Tahid opo Mas Kenang nyalon presiden ? Onok partai sing siap nyalonke tokoh muda lho .... Partai Golput hehehehehehehe !!!

Kenang said...

Seumpama ada yang boleh mengklaim bahwa dirinya itu merupakan pilihan dari Golput... wahhhh... bakalan menang telak lho di berbagai ajang pil-pil. Memang sekarang bikin bingung, kalau dulu yang namanya pil itu pahit, yen ora loro alias sakit ora gelem ngelek, lha sekarang pada suka untuk ikut-ikut mencalonkan agar di pil. Jan ancene mbingungke.

Beno said...

Tentu, pil yang itu lain dengan pil yang ini: pria atau perempuan idaman lain !

mujtahid said...

Pil apa Wil? La yen iku dijamin akeh sing gelem nge-lek.