Wednesday, 4 February 2009

Waktu

Merupakan satu dimensi fisika dan dimensi dalam kehidupan yang cukup unik untuk kita cermati.
Bahkan dalam kitab suci Al Qur'an pun menjadi salah satu hal yang disebutkan dengan jelas.

Tidak ada satu makluk hidup maupun mati (menurut definisi sain) tidak bisa menghindarkan diri
dari terpaan waktu. Benda mati akan mengalami kelapukan diterpa waktu, dan akan mengalami kehancuran
karenanya, dan mungkin secara fisika akan kembali ke ground state nya, ke kadaan awalnya.

Makluk hidup akan mengalami proses pertumbuhan dan selanjutnya penuaan, sel-sel tubuh tidak lagi memiliki kemampuan regenerasi
dan akhirnya mati. Selanjutnya lapuk dengan berjalannya waktu.

Sangat menarik pada sisi yang lain.
Barusan saya menyobek satu halaman penanggalan yang memiliki judul diatasanya JANUARI 2009.
Maaf, karena saya sering lupa untuk mengganti halaman penanggalan, dan jarang melihat penanggalan.

Seleret pikiran melintas sesaat ketika proses penyobekan halaman penanggalan berlangsung.

Terbersit bagaimana terkadang kita merasakan waktu berjalan sedmikian lambatnya. Teringat sekilas dalam kilas balik waktu-waktu dimana waktu
bergerak sedemikian lambatnya. Seakan waktu tidak bergerak
oleh rasa dalam diri kita sekan termatikan. Detak jarum jam terasa sedemikian lambatnya. Ini bukan karena suatu
efek relativitas waktu yang membuat waktu menjadi memanjang. Tetapi ini sering terjadi misalnya ketika kita justru
duduk terdiam......

menantikan sesuatu ...... yang tak kunjung datang.

Waktu terasa sedemikian panjangnya ketika
kita serasa ingin menghindar daris esuatu yang tidak kita sukai.

Waktu sedemikian menyakitkan ketika kita tergolek sakit
dan rebah terlentang tak bisa bergerak.

Waktu sedemikian lamanya untuk yang sedang grogi berpidato didepan orang banyak.
Waktu sedemikian lama memberikan kepastian pada orang yang menmpuh ujian.

Waktu bergejolak lama dalam perasaan dan abstraksi pikiran kita.

Namun tak terasa pula waktu berlari sedemikian cepatnya, melebihi kecepatan cahaya (ahh mungkin juga landasan teori Einstein yg meletakkan kecepatan cahaya sebagai kecepatan tertinggi perlu direvisi. Suat waktu....;))

Waktu bergerak sedemikian cepat tanpa terasa.... usia sudah melewati masa akil baliq cukup lama.... seandainya matahari bergerak sudah tergelincir sedikit atau banyak kebarat.

Waktu bergerak sedemikian cepat menunjukkan dihadapan kita bagaimana generasi baru mansia lahir, tumbuh dan berkembang. Anak-anak kita [ehhhhhh apa sudah ada yg bercucu ? ;)]

Waktu menghentakkan kita. Ternyata sedemikian banyak yg masih belum terselesaikan [tapinya kok ya masih sempat nulis di blog... hehehehe].


Nampaknya cepat dan lambatnya waktu sedemikian relatif terhadap kegiatan kita. Makin banyak yg kita lakukan, kita kerjakan, kita tersibukkan, waktu menjadi sedemikian cepatnya.
Ataukah waktu bergerak seirama dengan dinamika hidup kita ? Ataukah waktu hidup bersama kita, bergerak bersama kita seiring dengan perasaan kita ?........



Ahh yang pasti sekarang sudah februari....tahun 2009 lagi...

9 comments:

Nasih said...

Setelah merasakan kepayahan karena sakit gondong (virus) kemarin, dengan sukarela aku berjalan di tempat minimal selama 10 menit setiap pagi. Rasanya tidak saja mampu menghangatkan tubuh ... tetapi satu hari kerjaku menjadi lebih fokus. Pikiran (ku) tidak boleh kemana-mana sekarang (tahun) ini.
Focus .. focus .. focus.
Namun demikian, meluangkan menulis satu dua kata di blog, itu bukan membuang waktu. Tapi, karena kita perlu kehangatan ... Februari makin dingin saja di Yogya.

Beno said...

Iki jan-jane Mas Kenang mung arep ngendiko: heeeeee ..... awake wis tuwo kabeh. Ayo cepet eling, ojo semaput terus !!
Kanggo Mas Nasih, ayo ditambah joging keliling kampung. Sopo ngerti ono jambu utowo duren ceblok, opo kesandhung opo ngono hehehehehehehehe .....

Beno said...

Mas Kenang, wis tak bukak website perusahaan panjenengan. Wah, benar-benar melenceng seperti daku. Doktor Fisika lulusan Jerman malah asyik jualan software. Tapi apapun aku salut sama panjenengan yang bisa hidup di dua dunia berbeda.

Kenang said...

;)
Sih, nulis di blog itu bukan buang waktu, kalau dengan begitu bisa enjoyable kan berarti yo usefull tho bukan useless.... hahahaha. Karena menurut aturan perilaku waktu, sebenarnya tidak ada yang buang-buang waktu (itu kan ujare uwong yo). Waktu itu ada tanpa terpengaruh atas ada dan keberadaan kita. Lha biar tambah bikin puyeng, ternyata kan tergantung di perasaan dan pikiran kita. Blaik..... bisa-bisa... benar pendapat Deskartes yoooo... ojo-ojo jan-jane liyane yo ora ono sing ono mung mulek neng pikiran-pikiran kita saja.



Terima kasih Ben ya sudah sempat mampir. Walaupun websitenya asal-asalan. Itu termasuk uniknya waktu lho. Yang juga membuat waktu berjalan sedemikian cepatnya. Yaa, setidaknya juga meninggalkan jejak dalam rentangan waktu yang konsisten berjalan dan ruang (yg semakin tidak jelas karena keberadaan ruang maya).

Nasih said...

kemarin saya mendapat kiriman flashdisk dari teman untuk mewakili presentasi, waktu dibuka di laptop ternyata membawa virus "pendekar blank" itu yang suka memalsukan folder, setelah seharian mencari-cari ya ketemunya di blog para pendekar ... setelah coba sana coba sini (wong aku ora dong ttg virus dkk). akhirnya pake "ansav" http://www.ansav.com/download/

ternyata komunikasi, itu tidak harus berbicara pake mulut ya ...
saya jadi ingat para semut atau rayap kalau lagi berpapasan antena-nya bergoyang-goyang.
lha sekarang kita berkomunikasi dengan ujung jari (kata Beno)...
dapatin rejeki juga dengan ujung jari (kenang)...
juga tidak kalah pentingnya dapat pacar dengan ujung jari (Tahid).

Beno said...

Walah, pacar kok dengan ujung jari ki mangsude piye .......
Yen pendekar-pendekar soko Malang, Jakarta, Jokja, Denpasar, lll wis kerso turun gunung, waaaa seneng aku !!

Susilo said...

iya sih perasaanku thik selalu ada yang baru tentang tahid, genahe piye ta sih....Tulisane Kenang sing iki puitis, filsafatis, mistis (lha ya pancen sakti tenan)

Nasih said...

kan sudah pernah saya tulis Kenang itu memang Sakti ... terbukti kan.

yen soal Tahid, bentar lagi juga akan kebukak wadine ... Tahid kuwi seneng "buka" koq Sus. Buka beneran, bukan sekedar "buka-bukaan".

mujtahid said...

Nggrathil ... mak-mek ... clap-clup, sing jelas pingin apa2 kari nduding.
Ojo percoyo Sus karo Nasih.