Saturday, 21 March 2009

Pisang

Limbah pisang yang selama ini merupakan bagian sisa dan dianggap sudah tidak memiliki nilai manfaat, dapat diangkat derajatnya melalui sentuhan teknologi sederhana. Berkat kepiawaian Dian Adi AE, dari BPTP Bali, Anda dapat menikmati Selai Kulit Pisang, Anggur Kulit Pisang, Dendeng Jantung Pisang, dan Keripik Bonggol Pisang.

Berdasarkan manfaatnya, tanaman pisang dibedakan menjadi 3 jenis. Tanaman pisang serat, seperti Abaka dan Manila, serat batangnya dimanfaatkan sebagai bahan tekstil dan banyak dibudidayakan di Lampung sedangkan tanaman pisang hias adalah kelompok pisang liar yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti pisang kipas, pisang-pisangan dan pisang lilin. Adapun jenis yang banyak dimanfaatkan buahnya adalah tanaman pisang buah untuk dimakan langsung maupun diolah terlebih dahulu.

Umumnya buah pisang dapat dinikmati dalam keadaan segar atau dalam bentuk olahan. Hampir semua bagian dari tanaman pisang dapat dimanfaatkan, seperti daun, batang, bonggol pisang, bunga pisang, dan kulit buah pisang sekalipun. Begitu banyak makanan tradisional khas daerah yang memerlukan pengemasan dengan daun pisang, sehingga begitu besar ketergantungannya pada tanaman pisang.

Lebih lanjut Dian Adi mengatakan bahwa batang pisang bisa dijadikan pakan ternak. Selain itu air dari batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai obat dan penawar bisa (racun) beberapa jenis ular, dan secara tradisional batang pisang juga dimanfaatkan untuk kegiatan upacara adat atau pentas kesenian seperti wayang kulit atau wayang golek. Batang pisang bagian bawah atau biasa disebut bonggol pisang yang diris-iris lalu dikeringkan dan dibakar sampai menjadi abu, dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk K dan sabun. Air bonggol pisang kepok dan klutuk juga diketahui dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit disentri, pendarahan usus, obat kumur serta untuk memperbaiki pertumbuhan dan menghitamkan rambut. Sedangkan untuk makanan, bonggol pisang dapat diolah menjadi panganan, seperti urap dan lalapan.

Bagian dari pisang yang selama ini masih jarang dimanfaatkan adalah kulit pisang. Melalui cara pengolahan yang cukup sederhana, kulit pisang dari jenis pisang raja dan pisang ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur (wine). Lebih dari itu dengan penambahan bahan-bahan lain dan starter bakteri, kulit buah pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana, yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar berwarna putih, seperti halnya nata de coco.

Anda tertarik? Hubungi BPTP Bali.
---
Sumber: Deptan

5 comments:

Beno said...

Kok aduh men yo, Tekpang UGM opo UNS opo ora iso ??

Beno said...

Belum terpikirkan, mau diapakan tendangan ''pisang'' ?

Nasih said...

dukun dari jauh lebih manjur tutur semburnya ...

Nasih said...

di UGM ada Prof. Sutardi, asal dari Wonogiri, beliau menekuni teknologi pangan ... termasuk nata do coco.

mujtahid said...

Tiwas Sunar Pri merinding, dikira Diah Adi .. ternyata Dian Adi.
La yen iki sing mendul2 apane mas Sunar? ... PISANG-eeee!