Friday, 17 April 2009

KEBERADAAN WONG JOWO DI NEGERI BATAK DAN BUMI MELAYU

Oleh : Sunar Priyono

Wong Jowo Wonogiri merupakan salah satu penduduk Negeri ini yang memiliki karakteristik Jiwa Perantau yang cukup kuat dan diakui oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal ini di tunjukkan keberadaanya di hampir seluruh pelosok penjuru Indonesia.Saya salah satunya yang mencelat (istilah Mas Beno) dari Wuryantoro hingga Negeri Batak dan bersandar di Bumi Melayu. Keberadan mereka membuat saya tetap betah di Perantauan dan serasa di Kampung Sendiri. Wayang Kulit, Campursari, Reog Ponorogo dan tradisi-tradisi Jawa masih tetap bisa kita lihat dan rasakan.
Di Negeri Batak, sebuah organisasi yang bernama PUJAKESUMA (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) telah menaungi sekitar 10.000 orang untuk Kota Madya Medan dan Kabupaten Langkat yang terdaftar,dan belum termasuk wilayah lain di Sumatera Utara. Kondisi ini menempatkan Wong Jowo sebagai gula-gula politik yang diperebutkan untuk sumber kantong suara, guna mengantarkan seseorang untuk menjadi wkl rakyat, Wali Kota bahkan Gubernur.Sayangnya era otonomi daerah membuat wong Jowo cukup puas hanya menjadi orang nomor dua di perantauan.
Profesi Penjual Jamu dan Bakso di dominasi Wong Wonogiri dan Profesi Petani Karet,Tebu, Sawit di dominasi Wong Pacitan. Di Bumi Melayu, wong Jowo harus ikut menjunjung adat dan dan budaya tempatan. Istilah Dimana Bumi di pijak- di situ langit di junjung harus di terapkan dalam sanubari.Maka tak heran banyak Wong Jowo sesekali menggunakan pakaian adat Melayu ataupun pandai pantun berpantun. Organisasi yang menaungi bernama IKJS (Ikatan Keluarga Jawa Sumatera) sebagai induknya, dan terbagi lagi menjadi Ikatan Jawa Wonogiri,Ikatan Jawa Pacitan,Ikatan Jawa Sukoharjo, AREMA ,dll.

Sama seperti di Sumatera Utara, maka penjual Jamu dan Bakso Wonogiri menyebar dimana-mana dan Petanian di geluti Wong Pacitan. Di Kancah Politik masih satu aura seperti di Negeri Batak. Semoga keberadaan Wong Jowo di perantauan dapat menggemakan dan menyatukan rantai rantai Sumpah Palapa 'GAJAH MADA”
---
05/04/09

4 comments:

Beno said...

Tahun 1997 saya pernah ke Medan selama beberapa hari. Betul, dimana-mana Wong Jowo jadi penjajah. Ingat Warung Jawa yang mak nyus tenan ....

mujtahid said...

La yen bu Sunar ki "wong Jowo" opo "wong sebrang"?

SUNAR PRIYONO said...

Pendampingku wong Suroboyo MAs Tahid,Asam di guning garam di laut ahkirnya ketemu di dalam Pesawat Sempati Air Lines Surabaya-PEkanbaru

mujtahid said...

Sempati kan wis almarhum. Ga ada kenangan lagi dong kalau pas naik pesawat. La kalau aku dulu ketemunya di becak, dadine angger liat becak krasa mak ser. La yen wong Yogya kae ketemune di andong Malioboro dadi angger weruh jaran terus ... hiiiiakkkk .. yo ra Sih?