Friday, 3 April 2009

Saya Baca .........

SAYA baca berita di harian lokal Solo kepala Dinas Pertanian Wonogiri yang menjabat tahun 2008 dan direktur sebuah perusahaan di Karanganyar selaku rekanan akan diperiksa kejaksaan terkait dengan kasus penyelewengan proyek singkong sambung.
Tentu, saya terkejut karena tahu betul siapa kepala dinas yang dimaksud, yaitu salah seorang teman kita sendiri. Mudah-mudahan kasusnya segera clear dan teman kita tersebut hanya sebatas kena dampak atau ketiban awu anget.

10 comments:

Nasih said...

bahu mencencang, tangan memikul ...

Beno said...

Saya khawatir kalau menjadi tersangka. Sekarang, kita begitu dekat dengan aksi-aksi korupsi dan manipulasi, bahkan sering menganggap sebagai sesuatu hal yang biasa-biasa saja. Prihatin ! Pohung pun dikorupsi .......

Nasih said...

tersangka - terdakwa - terhukum - terpidana

ter = paling
ter = tidak sengaja

SUNAR PRIYONO said...

Anak Polah bopo kepradah,,,kadang itu yang harus di panggul oleh seorang pimpinan. Semoga masalah segera tuntas dan jelas

Nasih said...

Beno : segera siapkan sapu tangan ya ... tuh air matanya meleleh terus

Beno said...

Wis tak siapke ember gedhe. Yen kurang, ngarep omah ono bak tandon ukuran 1,5 x 2,5 m2.

Susilo said...

sodara kita ini paribasane rak mung kesandhung neng dalan rata, kesampar neng awang-awang, ning piye maneh wong kabeh iku rak ya mung nut jaman kelakone...donga-dinonga wae lah...

mujtahid said...

Bener, aku sendiri sbg abdi negara juga bisa merasakan dadi wong sing "kepepet", dadi wong "menengah", "dhuwur" ora "ngisor" ora. Pengalamanku dadi ketua tim pengadaan bertahun-tahun dengan "omzet" milyaran (untungnya mulai tahun ini bisa "melepaskan" diri), dari "bawah" dicurigai "ikut pesta" dari "atas" ditekan supaya bisa "diatur". Sing sabar .. sing penting niat dan bener2 resik .. serahkan pada "Yang Diatas".

Kenang said...

Terkadang perlu sebuah mental yang cukup kuat untuk mengatasi berbagai hal tsb. Keberanian untuk bilang TIDAK juga masih sulit untuk dilakukan. Tetapi pada sisi lain terkadang sudah benarpun masih bisa menjadi salah. Sehingga dalam suatu diskusi tertnetu sempat muncul suatu statement bahwa "KITA TIDAK CUKUP HANYA BERTINDAK BERSIH" tetapi "KITA JUGA HARUS KELIHATAN BERSIH". Jadi tidak bisa lagi sesuatu menjadi sederhana "sing penting aku ora, terserah orang lain mau bciara apa". Dalam sebuah pameo ketika terjadi pergolakan air kita harus bisa mengemudikan rakit kita dengan tepat, karena seringkali banyak bebatuan yg tertutup oleh riak dan olakan air.

Beno said...

Empu-empune mudhun, pituture ngedab-edabi tenan !