Thursday, 24 September 2009

Sukses

Sukses biasanya diukur dengan hal-hal yang bersifat duniawi dan kekinian, yaitu gelar, jabatan, kedudukan, pangkat, kesaktian, kekayaan dan sejenisnya yang sudah mereka raih atau bagaimana anak2 beprestasi. Menonjolkan hal2 yang seperti itu dapat membuat teman duduk menjadi enggan untuk bercerita mengenai dirinya. Dan suasana berubah menjadi sedikit kaku. Semoga saja hal tersebut tidak terjadi di arena temu kangen nanti.
Lha kalau itu terjadi ?




5 comments:

kisut65 said...

Saya berharap kita tidak terjebak pada apa yang dikhawatirkan mas Nasih. Tapi saya punya keyakinan bahwa potensi kita dapat kita sumbangkan untuk orang lain, khsususnya alma mater kita.
Temu kangen merupakan sarana untuk sungguh-sungguh berbagi pengalaman dan melepas rindu selama ini.
salam

Beno said...

Kuwi kuwatire wong sukses !

Beno said...

Ukuran sukses buanyak sekuali. Tapi, prinsipnya sukses adalah ketika kita bisa menjalankan apa yang mesti kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Jadi, sukses bukan hanya permukaan semisal kaya, berpangkat, populer, dsb dsb.
Ini memang agak filosofis. Bisakah kita melepas semua embel-embel ketika ketemu teman-temin nanti ?

Nasih said...

Kita mesti telanjang .... begitu saran Ebiet. Tapi kalau nggak biasa, susah juga tentunya.

Beno said...

Yo wis, mengko diwudani kabeh wae ........