Wednesday, 14 October 2009

WADUK GAJAH MUNGKUR


Dua hari ini saya membaca berita yang cukup mengagetkan tentang Waduk kita tercinta. Kemarin di Jawa Pos terpampang gambar waduk yang kering kerontang dan hari ini di Kompas halaman pertama juga terlihat gambar waduk di pintu airnya kering sama sekali. Mungkin kalau sempat nyari bekas rumah saya di Somohulun dulu juga muncul kembali. Berita seperti ini dari tahun ke tahun terus muncul, akibat sedimentasi, kekeringan dll yang menyebabkan umur waduk menjadi tinggal separonya.

Berita tersebut merupakan cerminan kekeringan yang sering kali melanda daerah kita tercinta yang berdampak pada kemiskinan.

What can we do?

Kita punya pakar pertanian, kita punya ahli Geologi, kita punya ahli tinta yang bisa bikin berita dan provokatori pemerintah, kita punya pejabat pemerintah dan kita punya banyak lagi pemikir-pemikir yang bisa mangatasi masalah-masalah seperti ini. kalau kita bisa sinergikan saya yakin akan bisa mengatasi beberapa masalah mendasar dan masalah klasik yang ada.

Diskusi yuk!!!!!!



2 comments:

Nasih said...

Seneng, mongkog atiku ... dua sahabat saya sama prihatin perihal kekeringan di waduk GM. Di salah satu wilayah hulunya itu (Giritontro) ada temen kita Sriwanto yang sekarang ini menjadi lurah. Hayo kita tanyaken saja ... apa yang sudah dan perlu dikerjakan.

Beno said...

Ketoke rodo angel iki. Soale, penyebabe kompleks banget. Kudu terpadu jalan keluare, ora iso siji mboko siji. Tur butuh wektu dowo ...... Piye ? Wani ?