Friday, 13 November 2009

Kekuatan Syukur

Dua ekor ikan sedang berdialog tentang sumber kehidupan di sebuah akuarium. Ikan yang satu bertanya pada temannya :”katanya air sumber kehidupan, dimanakah letak air itu?” Temannya menjawab: “ ya aku pernah mendengar itu, tetapi aku sendiri belum tahu dimana letak air itu”. Moral cerita tersebut mengingatkan betapa seringnya kita alpa menyadari tentang hal-hal penting didalam diri kita dan disekeliling kita yang seharusnya disyukuri.

Kita sering mencari “surga” ditempat yang jauh dan tidak pernah ketemu padahal sebenarnya “surga” itu ada didalam diri kita atau disekeliling kita. Mas Siswadi bilang rumput tetangga katanya kebih hijau daripada rumput dihalaman sendiri, padahal rumput sendiri jauh lebih hijau apabila kita menyayangi dan rajin "merawatnya". Kita sering merasa kurang ini kurang itu kemudian mengeluh, padahal kelebihan itu ada dalam diri/disekeliling kita. Seringkali kekurangan-kekurangan itu membuat seolah-olah tidak ada lagi hari esok tanpa mau melihat kelebihan-kelebihan yang membuat kita selalu memiliki harapan. Sikap kritis perlu tetapi tidak boleh menghilangkan esensi untuk menghargai, mempercayai dan mensyukuri apa yang telah kita miliki dan apa yang telah kita dapat.

Nasehat bijak agar tidak terjerumus oleh keluhan berkepanjangan adalah bersyukurlah mulai hari ini. Seorang trainer motivasi Ippho Santosa (Majalah Pengusaha: edisi 78 November 2007) memberi tip : mengapa seharusnya kita wajib bersyukur? Silakan simak cerita dibawah ini.

Jika anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap diatas kepala, dan tempat untuk tidur, maka anda lebih kaya dari 75 % penduduk dunia. Jika anda punya tabungan di Bank dan uang receh di dompet, maka anda lebih kaya daripada 92 % penduduk dunia.

Jika anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia. Jika anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut penyerangan, penangkapan atau kematian, maka anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang didunia.

Cerita keberuntungan tersebut masih dapat dapat ditambahkan untuk menambah syukur kita. Jika anda saat ini masih punya pekerjaan, maka anda lebih beruntung dari 40 juta angkatan kerja Indonesia yang tidak punya pekerjaan. Jika anda seorang pegawai masih digaji tepat waktu, maka anda jauh lebih beruntung dari ribuan rekan anda yang bekerja di pabrik yang harus demo berhari-hari hanya untuk UMR yang selalu telat dibayar.

Adakah kaitannya syukur dengan bahagia ? erat sekali. Syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kebahagiaan. Cobalah ingat ketika hari-hari anda dipenuhi dengan penyesalan dan protes. Yang terjadi hati anda begitu dekat dengan keputusaasaan. Siang terasa gelap, mimpi terasa menakutkan. Bagaimana kita bahagia apabila hati kita dipenuhi ketidakpuasan dan keputusasaan. Orang yang tidak mengerti cara bersyukur dia tidak mengerti cara untuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Seperti cerita ikan diatas, sampai tidak mengerti dimana letak air yang menghidupinya setiap hari. Oleh karena itu Allah mengingatkan “barangsiapa pandai bersyukur niscaya akan Kutambahkan nikmatKu dan barangsiapa kufur sungguh siksa Allah amatlah pedih”.

6 comments:

A N T O said...

Betul mas joni memang rasa syukur itu ada kaitannya dengan kebahagiaan.
Di dalam sebuah tafsir, menurut Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator (ukuran) kebahagiaan dunia, yaitu : hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh atau solehah, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.
Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur, maksudnya kalau kita ingin bahagia di dunia, hati kita harus selalu mempunyai jiwa syukur,
artinya selalu menerima apa adanya. Apapun yang ada digenggaman kita harus disyukuri, walaupun dalam keadaan sulit. Supaya kita dapat bersyukur dalam keadaan sulit Nabi SAW mengatakan: Kalau kita sedang sulit perhatikan orang yang lebih sulit dari kita.

mujtahid said...

Saudaraku yg satu ini .. betul2 telah menjelma menjadi ustadz yang oke!
Matur nuwun pakdhe atas renungannya

Djoni nur ashari said...

Suwun mas anto, tafsirnya lengkap dan mendalam. Mas Tahid, sekedar melepas kejenuhan wae mas. Kapan rampunge, aku pengin dolan no sawangan.

mujtahid said...

Wis rampung saiki .. tak tunggu yo .. jangan tgl 5 Des dan sekitarnya .. ke Pameungpeuk uji terbang roket

Beno said...

Ora pinter bersyukur, tapi wasise nyukur-nyukurke wong liyo ....

siswadi kasep said...

wah,,,,,,, mas Djoni ki Aya-Aya Wae.
wong aku wis sak untoro ngilang soko peredaran mergo pingin leren arep mampir ngombe, lha kok malah dikon nanam rumput neng kebone tetangga barang
Whekekekek...............