Tuesday, 10 November 2009

PERJUANGAN TELAH BERAKHIR


Setelah bergulat cukup lama, akhirnya istri mas Beno dibebaskan dari penderitaan. Tuhan yang empunya kehidupan memanggil istri mas Beno tadi pagi sekitar pk. 09.00 wib. Mas Beno kelihatan tabah dan tetap tegar. Sore ini setelah disolatkan sekitar pk. 15.00 wib jenasah dibawa ke Solo ( rumah orang tua istri mas Beno ) kemudian menjelang magrib langsung dimakamkam. ( akhirnya jenasah dimakamkan sekitar pk. 18.45 wib )
Istri mas Beno memilih hari pahlawan sebagai mahkota menuju surga, dia pahlawan bagi keluarga.
Mas Beno kami semua berdoa untuk keluarga mas Beno dan Tuhan telah memberikan yang terbaik. Saya yakin istri mas Beno sudah berbahagia selamanya dalam surga.

salam

7 comments:

siswadi kasep said...

dari bumi parahyangan nun jauh disana, kami turut berduka yang mendalam atas dipanggilnya pendamping hidup (istri) mas Beno, smoga diterima semua amal ibadah semasa hidupnya dan mendapatkan tempat yang layak disisi Allah. untuk keluarga yang ditinggalkannya smoga mendapatkan ketabahan dan ketawaqalan.

Untuk mas Beno, smoga yang telah mas lakukan untuk istri tercinta dicatat oleh Nya menjadi amal sholeh.......... Amien.

SUNAR PRIYONO said...

Kami sekeluarga turut belasungkawa dan mendoakan semoga istri Mas Beno di terima disisiNya sesuai amal dan ibadahnya.dan buat Mas Beno,anak-anak dan keluarga yang di tinggalkan semoga tabah.Ada hikmah atas kehendakNya,juga buat kita semua yang masih menjalani kehidupan. amin.

Susilo said...

Perjuangan istri mas Beno telah berakhir dalam damai di pangkuan Sang Pencipta, tetapi perjuangan mas Beno dan anak-anak masih panjang. Bahkan dalam situasi yang berbeda baru mulai.
Mas Beno, yakinlah bahwa Tuhan punya rencana yang indah bagi keluarga mas Beno. Dalamnya rasa belasungkawa yang dapat kami sampaikan takkan mampu menghapuskan duka di hatimu, tetapi percayalah doa tulus dan harapan kami selalu menyertai langkah mas Beno dan anak-anak menapaki masa depan dalam Iman dan tawakal, Amin.

Harjono "Kingkong" said...

Ndherek Bela Sungkawa, mugi mugi arwahipun pinaringan pangayoman wonten ngarsanipun Gusti Ingkang Murbeng Dumados, samanten ugi kulawarga ingkang tinilar mugi mugi pinaringan kasantosan...Amin

kisut65 said...

Kehendak Dia sudah terpenuhi. manusia boleh berusaha, tetapi Dia yang menentukan.Itulah kalimat yang tepat untuk peristiwa istri mas Beno. Mengapa ??
1. Mas Beno sudah berusaha semaximal mungkin dan Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih indah.
2. Teman-teman dari Wonogiri mau bezok ke Semarang dan ternyata Tuhan mempunyai rencana lain.
3. Keinginan saya untuk menemani mas Beno disaat seperti itu juga tidak dikabulkan Tuhan.
Tetapi saya yakin, rencana Tuhan yang paling indah untuk keluarga mas Beno.
Upacara pemakaman berjalan lancar, saya sendiri setelah dari Ngaliyan Semarang langsung ke Solo untuk bergabung dengan teman-teman ( tidak semua saya ongat namanya , maka tidak usah saya sebutkan dari pada nanti ada yang iri , kalau mau tahu tanya mas Anto ). Jenasah agak terlambat tiba di Solo. Sekitar pk. 19.00 Jenasah dimakamkan.
Selesai melayat, teman-teman diajak mas Wahid mengadakan reuni di warung makan pak Dul dekat kantor pos solo. ( ada cerita lucu soal sms, kalau mau tahu tanya mas Wahid ).

salam

siswadi kasep said...

@ Wahid :
Hid,,,,, ono SMS lucu opo sih, wong suasanane berduka kok malah sms an lucu barang.
ojo ojo sms-e disadap KPK juga.

@ Mas Kingkong :
kados pundi kabaripun mas, sak meniko wonten pundi ingkang dipun pidalem?
menopo taksih dados lurah Thungkluk??? Whahahaha..........

Harjono "Kingkong" said...

Hallo Mas Siswadi "Sredek" ......paraban kesayangan temen temen, masih ingatkah ???
Saya tinggal di Yogya, masih tetep jadi konsultan tungkluk he..he..he.. Masih ingat saja ya sampeyan itu, ngomong2 dulu pernah jadi pelanggan setia to !!!
Jangan melecehkan Tungkluk lho...., mantan Kepala Sekolah kita di SMP 1 Wng (P Hartoyo) adalah putra asli Tungkluk, putranya Mbah Lurah Tungkluk.
Salam, nanti kalau saya main ke Bandung tak goleki.