Friday, 19 February 2010

Jadi Tarzan empat hari

Rencanaku sebenarnya sudah aku susun dan persiapkan sejak beberapa hari yang lalu bahkan Mas Beno dan Mas Kisut pun telah aku hubungi via sms juga Mbakyu Rina Juwita, Mas Anto juga. Rencana melanjutkan Program Lanjutan Khemoteraphy atau Chitostatika yg diperintahkan oleh dr. H. Darwita SPBoK sebanyak 12 kali. Lha yang kemarin hari Senin tgl 15 Pebruari 2010 itu untuk kali yang pertama atau kalau digabung dengan program sebelumnya yaitu ke 19. (Opo gak hebat coba.. coba, sapa sing gelem genteni tak wehne... nyoooh).
Setelah segala sesuatunya telah oke sehabis sholat subuh aku dan istri berangkat dari rumah kira2 jam 5.15 wib sebenarnya ini termasuk kesiangan untuk tiba di Semarang jam 08.00 sesuai perintah petugas di Loket 3000/UGD. Pada tgl 6 Peb 2010 aku telah pesan kamar di Ruang Kutilang sehingga hal ini aku beritahukan kepada Mas Beno dan Mas Kisut kalau ingin menemui aku agar tidak sulit karena saking banyaknya Ruang/Bangsal di Kariadi.
Kira2 dua puluh menit dari rumah aku mampir beli bensin di SPBU Begajah Sukoharjo, sejurus kemudian karena waktu sudah semakin siang Wonder saya injak (tak geber) biar cepat sampai, tapi apa yg terjadi kemudian ketika aku lewat di depan RS Nirmala Suri, aku gerayang saku celana, aku curiga seolah ada sesuatu yg tertinggal, akhirnya mobil aku tepikan (bhs anyar iki soke) aku pastikan apa yg tertinggal e.. e.. ternyata HP ku yg ketinggalan, muatriiih, gimana ini bu (aku tanya istriku) dia bilang ngajak puter balek ambil HP tapi waktu sudah siang apakah waktunya nanti nyandak pikirku. Aku putar mobil balek melewati pembatas jalan itu, pedal gas kutekan tapi sampai di depan Kantor BPN Sukoharjo aku ragu akhirnya mobil tak puter lagi langsung nggeblas ke Semarang tanpa membawa HP.
Sampai di RSUP dr. Kariadi jam 9.30 aku langsung ke Loket 3000 menanyakan kamar pesananku tgl 6 Pebruari 2010 dan alhasil seluruh kamar di ruang kutilang penuh, aku menunggu sampai sore yang selalu terbayang dalam pikiranku bagaimana cara menghubungi Mas Beno dan Mas Kisut. Aku dipinjami HP oleh adik istriku yang kerja di Kariadi tapi nomernya beliau2 itu aku tidak hapal, aku telpon HP ku dirumah dengan harapan diangkat oleh anakku tapi aku bel sampai puluhan kali tidak nyambung karena HP kutaruh diantara tumpukan arsip di laci bed, anak2 tidak tahu.
Baru pada jam 19.30 malam aku dapat kamar di Ruang Merak lt 1 kamar nomer 16. Di kamar itu aku menunggu dan menunggu obat khemo yang diproses petugas senin malam sampai kamis kemarin baru dikhemo.

Yach begini mas Beno dan mas Kisut kira2 lelakon saya pada proses khemo kemarin, karena tidak bawa HP sehingga komunikasi dengan siapa saja jadi terhenti seolah seperti Tarzan yang hidup di hutan belantara yang hanya mengandalkan arah angin dan sinar matahari.
Untuk itu aku mohon maaf tidak bisa berbuat banyak menghubungi atau merespon panggilan panjenengan2, semoga bisa dimaklumi dan tidak kecewa kepada aku ya Mas Beno dan Mas Kissut.
Hari Kamis malam jam 21.30 wib aku tiba kembali di rumah dengan selamat.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah memberikan dorongan dan respon positip terdahap ujian yang aku alami ini, mohon doa restunya.

Dan buat mbakyu Rina Juwita salam hormat dan mohon maaf sms nya belum tak balas, tks.

7 comments:

A N T O said...

Alhamdulillah Mas, kami ikut senang yang penting semuanya telah berjalan dengan baik dan lancar untuk kesembuhan panjenengan.
Untungnya berita yang mengabarkan panjenengan diculik oleh mbak Tatik (baca artikel "mas Anto Diculik Bu Murti") belum ditindaklanjuti ke kantor polisi dan ke surat pembaca ha...3

siswadi kasep said...

Mas Cip,,,,, semua kejadian tadi kita harus yaqin dan percaya pasti ada hikmahnya (Alloh punya rencana yang lebih baik).
Oleh karena itu marilah kita bersimpuh dan memohon kehadirat Nya agar DIA menghiasi hati dan batin kita dengan rasa takut dan rasa kehebatan wibawa Nya. Sebaliknya kita memohon agar Dia menjauhkan kita dari rasa takut dan rasa kegoncangan jiwa pada hari pertemuan dengan Nya....
Innahu ni'mal - maula wani'man - Nashiir.
semoga Allah senantiasa melimpahkan kesabaran dan ketawaqalan kepada mas Ciptono dan Keluarga dalam berikhtiar mencari kesembuhan......
Amien Yaa Robb.

kisut65 said...

Akhirnya teka-teki selama ini terjawab sudah. kami yang harus meminta maaf pada mas Cip yang kurang gigih mencari penjenengan. Tapi it's no problem. Yang penting semua baik adanya. Kami berdoa moga usaha mas Cip membuahkan hasil Doa kami selalu. Kami tidak kecewa , kami ikut bangga dengan kegigihan mas Cip. lain kali bisa jumpa .
salam

Beno said...

Mas Cip, nyuwun sewu tidak bisa menemui panjenengan. Senin, setelah ngubek-ubek R Kutilang, terpikir melangkah ke R Merak. Tapi waktu agak kurang enak badan dan si kecil yang ikut merengek terus. Nanti kalau rawuh di Semawis lagi, kabar kabar nggih .....

Setyo said...

Menurut Surat Nasehat bagi Pasien pulang dari perawatan, pihak rmh sakit menyarankan saya untuk kontrol & mondok lagi tgl 9 Maret, shg khemo yg ke 20 tdk mundur. Kadang2 yg jadi masalah ketika saya sampai di Kariadi kamar penuh, bahkan pernah tdk dapat kamar sampai saya nginap di Hotel Sri Wijaya Jl. Veteran semalem.
Perlu dulur2 ketahui saya berobat kan hanya mengandalkan HI/Askes doang, jadi ya butuh pengorbanan sampek "Nyethinthis" di ruang tunggu, nyamuke pirang2 ambune pating klenyit.
Tapi saya semangat tuk berjuang karena dorongan dan doa dari Teman & Temin Kasturi-81 dimana aja.
Trima kasih sekali saya haturkan buat semuanya, Mas Anto, Mas Sis, Mas Beno, Mas Kisut, Mb. Rina dll,
Lemah teles Gusti Alla sing bales, amin, trims salam kompak selalu.

kisut65 said...

@Mas Ciptono : wah akhirnya lega dengan berita dari mas Ciptono. Mas Beno dan saya sempat deg-degan, tapi akhirnya kami tahu bahwa semua berjalan lancar. Puji Tuhan. Semoga tgl 9 Maret kita tidak tlisipan lagi sehingga rencana besok dengan mbak Rinapun dapat berjalan dengan lancar. Semoga kesmebuhan segera diterima.
salam

Mincuk 234 said...

Jalani pengobatan dengan penuh kesabaran dan disiplin atas petunjuk dokter. dan yang penting semangat selalu .... itu obat yang ampuh.