Monday, 1 February 2010

Kehidupan terus berubah

Innalillahi wa innalillahi roji'uun,
Telah meninggal dunia dengan tenang salah satu teman kita, Iduk. Saya mendapat kabar dari Mas Anto tadi pagi. Semoga amal ibadahnya selama di dunia di terima oleh Allah swt. Kita yakin ini adalah jalan yang terbaik buat beliau. Ini juga akan mengingatkan kepada kita bahwa kehidupan akan terus berubah dan suatu saat akan berakhir. Tinggal bagaimana kita mengisinya agar kehidupan ini punya arti buat diri kita sendiri, buat keluarga dan buat orang lain.

Saat saya ngobrol dengan mas Joni di pinggir pantai Legian, saya melihat perubahan yang sangat besar, beliau di Bali dalam rangka meeting serikat pekerja BUMN seluruh Indonesia dan beliau sekarang menjabat sebagai ketua Serikat Pekerja Bulog seluruh Indonesia. Hebat. Kita ngrasani temen2, kita bercerita tentang masa2 nakal di SMP maupun SMA, seru deh dan manjadi obat kangen.

Juga ketika membaca tulisan temen2 yang sempat saling ketemu, di rumah mbak Yayuk, ada juga ketemu di Jakarta rasanya persahabatan kita semakin solid. Buat temen2 yang nanti ada kesempatan main ke Bali jangan lupa ngabarin ya.

salam




9 comments:

kisut65 said...

Perjuangan mbak Iduk telah selesai dan semua kembali kepada yang empunya. Secara pribadi saya ikut berbela duka atas kepergian teman tercinta, semoga diterima oleh Allah yang Maha Kuasa.
Sayang hari ini saya ada rapat sampai malam sehingga saya tidak bisa melayat. Saya iringi dengan doa-doas saya. @mas bambang : semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga . Bravo KASTURI 81
salam

Beno said...

Kita semua berduka atas kepergian salah seorang sahabat baik, Mbak Titik Solechah. Semoga mendapat tempat mulia di sisi-Nya.
Benar kata Mas Bambang Sup, rasanya semakin tua kita malah tambah merasa akrab dengan teman-temin waktu SMP (dan SMA).
Mudah-mudahan persaudaraan, persahabatan, dan pertemanan itu terjaga baik sehingga bisa saling mendukung dalam suka dan duka.
Semua memang hebat, sesuai dengan jalur hidup masing-masing. Kita saling membanggakan ....

kisut65 said...

rasanya saya semakin membutuhkan dukungan dari teman-teman. perjumpan dengan teman-temin KASTURI 81 sungguh menguatkan saya. maka saya berusaha untuk senantiasa berusaha untuk mencari dan kontak dengan teman-temin .
BRAVO KASTURI 81

mujtahid said...

Selamat jalan Iduk ... kematian hanyalah tidur panjang ... maka mimpi indahlah engkau ...

Djoni nur ashari said...

Iduk itu temen dari SD Muhammadiyah Kajen Wonogiri. Dulu bersama-sama mbak Dyah Rahmawati, Siti Surachmi, Hayu Winarsi, Mas Unggul Triwibowo, Nurrohman Achmad (Maman)kita sama-sama masuk SMP I. Dari SD beliau sudah jadi primadona: ayu, ramah, semanak, setia kawan. Gak mengira hidupnya singkat.
Suwun mas bambang sudah sudi menemani di Bali. Minum kopi,menikmati sunset and sumbar (susu diumbar.....)

Harjono "Kingkong" said...

Masih sangat ingat bagaimana waktu di kelas 2E sobat kita ini, bersama dengan si Dobleh Danang, sering diledhek dengan nama "Senthun" dan di jejaki "bokonge"

Terakhir kali berjumpa tahun 1987, walau hanya "Say Hello" di perempatan Gadaian.

Selamat jalan sobat...semoga kedamaian abadi selalu bersamamu....Amin

kisut65 said...

Mas Beno : kita dapat acara baru yaitu Ngopi tengah malam sambil lihat Sumbar ( susu diumbat ) itu istilah mas Joni lho.
Tapi apa ora mblenger wong minum susu sing dioleksi jahe wae uwis wareg kok isih ditambah sumbar he..he.he...
salam

Beno said...

Soal ''sumbar'', wah aku kudu nyuwun fatwa dhisik marang Mas Anto ........

kisut65 said...

Lha yen mas Anto mesti bakan menehi fatma to, yen perlu mas Anto arep melu ngunjuk susu jahe lan menikmati sumbar. bener to mas Anto he..he...he...