Monday, 1 February 2010

Roketku NYASAR?

Hari ini saya mulai ngantor dengan semangat yang baru separo jiwa ditengah gempuran media massa dan atasan yang sangat menyudutkan kami.
Saya tidak bermaksud membela diri sedikitpun, hanya menceritakan apa yang kami alami karena saya mengalami sendiri peristiwa itu disana.

Kami bersama Pindad dan PTDI berencana menguji terbang 14 buah roket yang merupakan pesanan dari TNI AD dalam rangka menciptakan kemandirian persenjataan dengan program produksi 1000 roket. 12 roket adalah roket single stage (1 tingkat) sedangkan 2 roket lainnya adalah double stage (2 tingkat). 6 buah roket single dan 1 buah roket double diluncurkan dengan mulus disaksikan oleh Menristek bersama-sama para petinggi TNI, kemudian beliau2 yg terhormat itu pulang ke Jakarta. Setelah itu angin bertiup sangat kencang sampai 15 knot diselingi petir dan awan hitam tebal. Peluncuran kami tunda menunggu hujan turun. Tapi mendadak kecepatan angin berkurang dan stabil sehingga kami putuskan untuk uji terbang lagi. Pada saat peluncuran yang ke 10 (roket double stage) tiba-tiba angin kembali bertiup sangat kencang diatas dan langsung hujan turun dengan lebatnya. Pemisahan roket tingkat pertama dan kedua tidak terjadi seperti yang kami harapkan sehingga kami masih sempat melihat roket jatuh dan berasap di kejauhan … kemudian kami mendengar berita buruk itu ... (yang di media massa dibilang nyasar)
Istilah nyasar sebetulnya sama sekali tidak tepat karena roket bukan jatuh di area pemukiman, akan tetapi masih di area peluncuran TNI AU. Area tersebut memanjang sepanjang pantai dengan panjang 13 km dan lebar 4 km. Akan tetapi ternyata banyak penduduk yang bertani disitu sambil mendirikan gubuk2 tempat berteduh kalau mereka malas pulang. Jarak antar gubuk bisa sampai 500 m. Hari itu sudah diumumkan bahwa area harus dikosongkan, tetapi ternyata masih banyak yang bandel dan tidak mau pulang.

Ketika mendengar peristiwa itu kami semua sangat shock sambil nangis berangkulan .. namun penyesalan selalu datang terlambat. Yang penting SOP peluncuran sudah kami patuhi, dan itu semua bukan mutlak kesalahan kami karena sterilisasi area peluncuran bukan tanggung jawab kami. Namun kalau kami ingat wajah2 korban itu … kembali kami menjadi shock dan trauma … entah sampai kapan …
Tugas saya yang terberat sekarang adalah membangkitkan lagi semangat teman2 dan anak buah yang down. Dan tentu saja laporan investigasi dan dipanggil kesana kemari bagaikan seorang criminal. Kami merasa sangat terhina ketika peristiwa itu masuk acara SERGAP yang kata teman2 yang suka nonton TV katanya adalah acara kriminal. Namun apapun juga, semuanya menjadi pelajaran yang amat berharga bagi kami.
Terimakasih kepada semua teman atas seluruh dukunganmu … wabil khusus untuk karibku Uning Widiyani binti Pandoyo ... gurauan dan simpatimu bagaikan setitik embun pagi ... semoga bisa menjadi pembangkit semangat kembali jiwa kami yang tengah terpuruk.

10 comments:

kisut65 said...

Semua pasti ada jalan mas Tahid, bangkitkan semangat teman-teman untuk buat rudal yang lebih bsar dan ganasn untuk melawan musuh.
( pesan mas Hendrikus : tapi rudal mas Tahid jangan nyasar lho )

mujtahid said...

Tenang mas ... kalau rudal yg satu itu sasarannya sudah jelas dan pasti!

Bambang Supriyadi said...

Namanya saja uji coba, jadi kalau ada yang gagal kan biasa Hid. Ketika hars berhadapan dengan media dan publik ya mesti sabar, orang-orang bisa jadi pinter berkomentar semua kalau sudah terjadi. Yang penting segera perbaiki lagi, ternyata rudalnya gak bisa melawan angin kencang, ya dibuat lagi yang lebih kuat. (Eh gampang aja ngomong he...he..he...). Selamat berkarya

mujtahid said...

Untuk sohibku semua ... makasih banget dorongan semangatnya

Djoni nur ashari said...

Diplomasi yang kuat berbanding lurus dengan sistem pertahanan yang kuat. Sistem pertahanan yang kuat salah satunya adalah persenjataan yang kuat. Kasus ambalat menunjukkan betapa kita telah disepelekan oleh tetangga secara telanjang, karena memblenya pertahanan kita.Kita patut berbangga pada setiap ikhtiar anak bangsa untuk memperkuat dan memajukan sistem persenjataan kita. Mas Tahid anda telah berbuat, bravo untuk anda. Persetan dengan karakter sebagian bangsa kita yang suka memperolok dan mencari kesalahan orang lain, Salam.

mujtahid said...

Matur nuwun pakde ... aku dah terlepas dari beban yang satu itu (sing tak critak-ke njenengan biyen) ... ternyata diberi beban yang tidak kalah beratnya lagi oleh Allah SWT ... semoga cobaan ini akan meningkatkan derajad kita

kisut65 said...

Pokoknya maju terus pantang mundur

siswadi kasep said...

Jangan nglokro mas,,,, tetap semangat. Ayo maju terus ukirlah prestasi untuk Negeri, tentunya kami mendukungmu

Salam

Beno said...

Sebagai orang media, saya ikut jadi tersangka yang menembaki kasus rudal nyasar itu.
Tetapi, di sini saya berdiri sebagai sahabat yang selalu memberikan dukungan 100% !

mujtahid said...

Matur nuwun ... matur nuwun atas semuanya ... hari-hari mendatang semoga akan menjadi lebih baik